Ini Maksud "Semi Lockdown" yang Diterapkan Bupati Bogor di Kawasan Puncak

Kompas.com - 18/03/2020, 12:05 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui usai menggelar rapat kordinasi dengan enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait wabah virus Corona di Pendopo Bupati, Komplek Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/03/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat ditemui usai menggelar rapat kordinasi dengan enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait wabah virus Corona di Pendopo Bupati, Komplek Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/03/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberlakukan istilah "semi lockdown" untuk mencegah terjadinya penularan Corona Virus Desease (Covid-19) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kebijakan itu diambil seiring meningkatnya jumlah pasien di Indonesia yang tertular virus corona meski belum ada warga Kabupaten Bogor yang menjadi suspect virus dari Kota Wuhan, China, itu.

Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, langkah itu diambil sebagai bentuk keseriusan Pemkab Bogor dalam memerangi penyebaran virus corona di wilayahnya.

Dengan demikian, kata dia, semi lockdown adalah opsi untuk melakukan pengetatan, pemantauan serta pengawasan di sejumlah lokasi keramaian. Seperti halnya tempat wisata.

Baca juga: Bupati Bogor Soal Corona: Lebih Baik Bagi Masker dan Hand Sanitizer serta Antisipasi Banjir

Terutama, kawasan Puncak Bogor dan daerah perbatasan dengan Depok dan Bekasi.

Ia juga mengaku, masih mempertimbangkan opsi melakukan lock \down karena jika langkah itu diambil akan melumpuhkan perekonomian.

Menurutnya, hal terpenting adalah mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit menular.

"Jadi tidak mungkin kita mengunci (lockdown) semua wilayah wisata, tapi tetap protokol kesehatan kita jalankan dengan menyosialisasikan hidup bersih dan sehat, jadi lebih kepada memerangi daripada menghindari," ungkap Ade kepada Kompas.com di Cibinong, Senin (16/3/2020).

Ketua DPW Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan bahwa semi lockdown hanya difokuskan pada turis asing dengan melakukan pengawasan secara ketat.

Dalam hal ini, kata dia, pintu masuk dan keluar lebih ditingkatkan pengawasannya seperti memeriksa suhu tubuh dan menyediakan hand sanitizer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X