Siaga Corona di Bali, Wisatawan Dilarang Ikuti Pawai Ogoh-ogoh

Kompas.com - 17/03/2020, 23:26 WIB
Ogoh-ogoh berukuran besar diarak warga saat malam Pengrupukan (Robinson Gamar) KOMPAS.com/Robinson GamarOgoh-ogoh berukuran besar diarak warga saat malam Pengrupukan (Robinson Gamar)

DENPASAR, KOMPAS.com - Pawai atau pengarakan ogoh-ogoh dibatasi untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di Bali.

Pawai ogoh-ogoh berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat yang cukup besar.

Pemprov Bali bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA) mengeluarkan surat edaran terkait rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942 yang jatuh pada 25 Maret 2020.

Baca juga: UPDATE: Korban Meninggal Kasus Covid-19 Jadi Tujuh Orang

Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, pengarakan ogoh-ogoh bukan rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Sehingga tidak wajib dilaksanakan.

"Pengarakan diimbau tak dilaksanakan," kata Sudiana di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (17/3/2020) sore.

PHDI tak melarang warga atau umat Hindu tetap melakukan pengarakan ogoh-ogoh. Tapi, penyelenggaraan itu harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Waktu pengarakan dibatasi selama dua jam, pukul 17.00 WITA hingga 19.00 WITA pada 24 Maret 2020.

Pengarakan hanya dibolehkan di banjar atau desa adat setempat.

"Sebagai penanggung jawab adalah Bendesa Adat dan Prajuru agar berjalan tertib dan disiplin," kata Sudiana.

Sementara itu Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan, wisatawan atau turis asing dilarang menyaksikan pawai ogoh-ogoh tahun ini.

"Tidak boleh, dibatasi dan tidak boleh ada pengunjung. Pesertanya dibatasi," kata Koster.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Bali akan membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk menekan penularan Covid-19 di Pulau Dewata.

Baca juga: Dampak Corona, Bawaslu Gagas Pemeriksaan Kasus Pelanggaran Pilkada lewat Video Call

Pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut, merupakan satu di antara lima agenda kerja yang disiapkan Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali.

"Kalau ada banyak orang dalam jarak yang rapat, ketika ada yang bersin dan batuk akan lebih berpotensi menularkan Covid-19. Oleh karena itu, untuk pencegahanya mari kita kurangi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak," kata Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra usai memimpin rapat koordinasi penyiapan agenda kerja Satgas Penanggulangan Covid-19 di Denpasar, seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/3/2020).

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Regional
Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Regional
Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Regional
Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Regional
Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Regional
Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Regional
Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X