Satu Warga Kepri Positif Corona, Dinkes Minta Warga Jaga Jarak Saat di Luar Ruangan

Kompas.com - 17/03/2020, 21:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiyana mengatakan untuk di Kepri sedikitnya ada 11 orang yang dilakukan observasi terkait antisivasi dari penyebaran virus corona tersebut. Namun dari 11 orang yang diobservasi diduga terinfeksi virus corona, setelah dilakukan pemeriksaan 10 orang dinyatakan negatif terinfeksi virus corona. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiyana mengatakan untuk di Kepri sedikitnya ada 11 orang yang dilakukan observasi terkait antisivasi dari penyebaran virus corona tersebut. Namun dari 11 orang yang diobservasi diduga terinfeksi virus corona, setelah dilakukan pemeriksaan 10 orang dinyatakan negatif terinfeksi virus corona.

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) Tjetjep Yudiana terus mensosialisasikan dan menghimbau masyarakat Kepri untuk selalu mengedepankan pola hidup sehat.

Baik dengan selalu mencuci tangan dan memakan-makanan yang bergizi dan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan.

Bahkan dengan telah dinyatakannya satu orang warga Tanjungpinang positif corona, Tjetjep berharap agar masyarakat Kepri dapat menjaga jarak saat bertemu seseorang agar lebih leluasa.

"Bahkan pak Gubernur telah membatalkan beberapa kegiatan dan even yang melibatkan orang banyak. Hal ini diambil hanya untuk menghindar agar tidak terjadi kontak langsung dengan orang-orang yang suspect corona," kata Tjetjep melalui telepon, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: Pria 75 Tahun di Tanjungpinang Kepri Dinyatakan Positif Corona

Tidak saja membatalkan kegiatan besar, meliburkan anak sekolah juga merupakan salah satu upaya agar tidak mata rantai mewabahnya virus corona bisa diputus.

Kendati demikian, Tjetjep tetap meminta agar warga tidak panik dan selalu waspada. Bahkan apabila memamang tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah, sebaiknya jangan keluar dan tetap saja berada dirumah.

"Kalau bisa dikerjakan di rumah, ya baiknya dikerjakan dirumah," ujar Tjetjep.

Baca juga: Kepri Disebut Aman dari Corona, Wisatawan Dipersilakan Berkunjung

Sedang batuk dan pilek jangan keluar rumah

Lebih jauh Tjetjep mengatakan untuk masyarakat yang sedang sakit batuk pilek sebaiknya untuk tidak keluar rumah.

Begitu juga dengan masyarakat yang demam disertai sesak nafas dan batuk, diharapkan sesegera mungkin ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

"Terutama ke rumah sakit rujukan, agar hal ini bisa ditangani dengan benar dan cepat," terang Tjetjep.

Baca juga: Kepri Bentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Regional
Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X