Alasan Sri Sultan Belum Tetapkan Status KLB Virus Corona

Kompas.com - 16/03/2020, 22:54 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat jumpa pers di Kompleks Kantor Kepatihan, Kota Yogyakarta KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat jumpa pers di Kompleks Kantor Kepatihan, Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) Sri Sultan Hamengkubowono X belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) meski terdapat seorang warganya dinyatakan positif virus corona.

"Kami belum bisa menentukan karena tim yang kita bentuk itu tidak hanya aspek kesehatan. Tetapi juga ada aspek ekonomi, aspek sosial, dan budaya masyarakat," ujarnya dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Senin (16/03/2020).

Sri Sultan HB X menyampaikan, pihaknya saat ini masih proses pembentukan tim.

Baca juga: Meski Belum Ada Warga Terdampak Corona, Garut Tetapkan Status KLB

Selain itu, pihaknya juga melihat perkembangan jumlah kasus yang ada di Yogyakarta.

"Ya mungkin kalau sudah di atas tujuh atau delapan mungkin kita akan berfikir ulang. Makanya kemarin saya mengatakan karena satu ini apakah sudah KLB yang memungkinkan masyarakat itu jadi tertekan," ucapnya.

Menurutnya, tidak mudah untuk memutuskan status KLB untuk wilayahnya karena ada masalah tertentu.

"Masalahnya tidak semudah itu, kita perlu pertimbangan-pertimbangan seberapa jauh identifikasi rumah sakit antara yang negatif sama positif itu perbandinganya jadi berapa yang memungkinkan sudah waktunya nggak," tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga harus mempersiapkan masyarakat DIY sebelum menyatakan status KLB.

Baca juga: Pemkot Magelang Belum Tetapkan Status KLB Corona, Ini Alasannya

Pasalnya, ada konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat.

"Ya semoga itu (KLB) tidak terjadi di Yogyakarta, kan gitu," bebernya.

Sri Sultan menambahkan, saat ini Yogyakarta belum mengarah ke KLB.

Pihaknya, fokus mencegah penyebaran virus corona.

"Mencoba untuk memisahkan yang sehat tetap sehat, yang sakit bagaimana bisa disembuhkan," tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Berteduh Saat Hujan, Seorang Petani Tewas Tersambar Petir

Hendak Berteduh Saat Hujan, Seorang Petani Tewas Tersambar Petir

Regional
Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusak Kantor DPRD DIY Saat Demo Tolak Omnibus Law

Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusak Kantor DPRD DIY Saat Demo Tolak Omnibus Law

Regional
Kronologi 5 Anak yang Hilang Saat Gunung Ile Lewotolok Erupsi Ditemukan

Kronologi 5 Anak yang Hilang Saat Gunung Ile Lewotolok Erupsi Ditemukan

Regional
Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

Serka Silvi, Tentara Wanita yang Lolos Ikut Misi PBB ke Lebanon, Rela Tinggalkan 2 Anak Kecil demi Tugas Mulia

Regional
6.868 Surat Suara Pilkada Kabupaten Kediri Rusak, Ada yang Robek dan Gambarnya Tembus

6.868 Surat Suara Pilkada Kabupaten Kediri Rusak, Ada yang Robek dan Gambarnya Tembus

Regional
Menyamar Jadi Petugas Telkom, Kawanan Pencuri Kabel Lintas Provinsi Diringkus Polisi

Menyamar Jadi Petugas Telkom, Kawanan Pencuri Kabel Lintas Provinsi Diringkus Polisi

Regional
Bantu Sewa Posko Cagub Sumbar, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu

Bantu Sewa Posko Cagub Sumbar, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Detik-detik Seorang Wanita Tersambar Petir, Suami Gendong Mayat Korban Sambil Cari Bantuan

Detik-detik Seorang Wanita Tersambar Petir, Suami Gendong Mayat Korban Sambil Cari Bantuan

Regional
Puluhan Warga Desa di Buton Keracunan Diduga karena Santap Makanan Pesta Pernikahan

Puluhan Warga Desa di Buton Keracunan Diduga karena Santap Makanan Pesta Pernikahan

Regional
15 ASN Reaktif, Pemkot Malang Berlakukan WFH

15 ASN Reaktif, Pemkot Malang Berlakukan WFH

Regional
Seorang Wanita Tewas Disambar Petir Saat Hendak Berteduh di Pondok Dekat Sawah

Seorang Wanita Tewas Disambar Petir Saat Hendak Berteduh di Pondok Dekat Sawah

Regional
Demo Buruh Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Periksa Pjs Bupati Cianjur

Demo Buruh Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Periksa Pjs Bupati Cianjur

Regional
3 Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Gagal Peringati Setahun Ayah Meninggal

3 Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Gagal Peringati Setahun Ayah Meninggal

Regional
Jabar Kaji Kebijakan Pemilih Jalani 'Rapid Test' Sebelum Mencoblos

Jabar Kaji Kebijakan Pemilih Jalani "Rapid Test" Sebelum Mencoblos

Regional
Innova Ringsek usai Tabrak Kereta yang Melintas, 2 Orang Dilarikan ke RS

Innova Ringsek usai Tabrak Kereta yang Melintas, 2 Orang Dilarikan ke RS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X