Sempat Rapat dengan Menhub, Gubernur Edy Rahmayadi Jalani Cek Corona

Kompas.com - 16/03/2020, 21:07 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin rapat penanggulangan wabah Covid-19 di ruang rapat lantai delapan kantor gubernur, Senin (16/3/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIGubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin rapat penanggulangan wabah Covid-19 di ruang rapat lantai delapan kantor gubernur, Senin (16/3/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjalani pemeriksaan kesehatan lantaran mengikuti rapat terbatas pada 11 Maret 2020 bersama Menhub Budi Karya Sumadi. 

Saat rapat terbatas tersebut, Edy hadir bersama Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Ia dan beberapa menteri mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Usai rapat terbatas itu, pada 14 Maret 2020 Menhub Budi Karya Sumadi dinyatakan positif corona.

Untuk itulah, Gubernur Edy Rahmayadi melakukan cek kesehatan. 

Baca juga: Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

"Sebenarnya pagi ini cek kesehatan, tapi setelah jumpa kalian semua, saya akan cek kesehatan. Wali kota sudah dicek, mudah-mudahan saya aman, Insya Allah, Begitu saya tak aman berarti kalian juga tak aman," kata Edy Rahmayadi, disambut tawa usai memimpin rapat penanggulangan wabah Covid-19 di ruang rapat lantai delapan kantor gubernur, Senin (16/3/2020).

Menurut Edy, ada tiga tahapan seseorang harus menjalani uji kesehatan untuk cek corona.

Pertama setelah terjadi kontak fisik dengan orang yang dinyatakan positif corona.

Kedua, mendatangi daerah-daerah yang terdampak wabah dan levelnya "awas" corona.

Ketiga, merasakan demam, batuk dan flu. Inilah saat orang tersebut masuk ke ruang isolasi untuk diobservasi selama 14 hari.

"Saya kena satu indikasi. Insya Allah kalau saya tidak kena kalian semua aman. Begitu saya kena, kalian juga perlu waspada," katanya lagi.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

 

Kompak hadapi virus corona

Edy bilang, saat ini sedang menghadapi wabah virus, maka harus kompak. Jangan mengandai-andai, mari bergandengan tangan menyelesaikannya.

Dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar sehingga menambah kepanikan di masyarakat. Jika curiga dengan apa yang dialami, segera memeriksakan diri untuk memastikannya. 

"Karena bisa ke kalian, bisa ke saya, bisa ke sini, semua bisa kena. Kaya (seperti, red) saya ini, sekarang saya baru mau diperiksa, harusnya saya diperiksa dulu baru bertemu kalian. Tapi tak cukup waktu, dari pagi saya sudah harus ke sekolahan. Habis dari sini saya akan diperiksa, kalian doakanlah saya, Aamiiin gitu..." ucapnya dijawab Aamiin oleh semua orang yang hadir saat itu.

"Diperiksa bukan berarti menjadi terdakwa, menolak pun bisa saya, tak mau saya diperiksa, bisa... Tapi kan tak baik, saya diperiksa supaya orang lain aman, saya juga aman..." sambung dia.

Baca juga: Khawatir Tak Optimal, Tes Corona di RS Universitas Airlangga Dibatasi 100 Pasien Sehari

Corona tidak segawat yang kita kira...

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sumut Mayor Handoyo mengatakan, siapa saja yang sudah melakukan kontak langsung dengan orang dalam pemantauan (ODP), wajib diperiksa dan memeriksakan diri secara sukarela.

"Bukan berarti dia adalah tersangka, seperti tersangka kriminal atau sebagainya, bukan... Ini untuk memutus mata rantai virus dengan OPD," katanya.

Untuk memutus rantai penyebaran virus, menurut Handoyo, dengan kepedulian bersama bukan orang per orang.

Seluruh masyarakat harus sadar pada penyakit yang ditimbulkan dan tidak perlu panik atau takut penyakit ini tidak bisa disembuhkan.

"Penyakit ini tidak segawat yang kita kira, dapat disembuhkan. Kita sudah melewati beberapa wabah penyakit, mampu melaluinya dengan baik karena kesatuan masyarakat kita sangat solit. Negara di belahan dunia ini yang memiliki ribuan pulau, suku dan bangsa namun tetap satu adalah Indonesia. Kita satu mengalahkan wabah penyakit ini, kita bersama untuk menang," tegasnya.

Baca juga: Tiga Pasien PDP di Salatiga Sembuh dari Virus Corona



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X