Meski Belum Ada Warga Terdampak Corona, Garut Tetapkan Status KLB

Kompas.com - 16/03/2020, 17:27 WIB
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat diwawancara, Rabu (26/02/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGWakil Bupati Garut Helmi Budiman saat diwawancara, Rabu (26/02/2020)

GARUT, KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, terhitung mulai Minggu (15/03/2020) telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait penyebaran virus corona.

Penetapan status ini tetap dilakukan meski hingga Senin (16/03/2020) belum ada warga Garut yang terdampak virus corona.

“KLB sudah ditetapkan oleh Pak Bupati, mulai Minggu setelah rapat kemarin,” jelas Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman usai mengikuti video conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait penanganan virus corona di Jawa Barat, di Comand Centre Pemkab Garut, Senin (16/03/2020).

Baca juga: Sempat Diisolasi, Pasien Pnemuonia Berat di Garut Meninggal Dunia

Helmi menyampaikan, presiden sudah memberikan arahan soal hal tersebut. Termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun, dalam konferensi video juga sudah mempersilakan pemerintah daerah menentukan status daerahnya masing-masing dan menggunakan anggaran APBD untuk menangani corona.

“Statusnya itu kan sekarang kita itu udah pandemi global, maka kita tentukan mulai sekarang Garut adalah darurat untuk corona,” kata Helmi.

Helmi mengakui, sampai saat ini memang belum ada satu pun warga Garut yang dinyatakan positif menderita corona, dan ia berharap tidak sampai ada.

Namun, status KLB ini erat kaitannya dengan adanya pandemi.

“Karena corona positif kan tidak ada, mudah-mudahan tidak ada,” katanya.

Dengan adanya penetapan KLB dan pandemi global, menurut Helmi, hal tersebut cukup untuk menjadi alasan bagi pemerintah daerah menggunakan dana biaya tidak terduga (BTT) dalam APBD yang biasanya digunakan untuk menanggulangi bencana.

Meski baru ditetapkan KLB, Helmi mengaku sudah mulai bisa merasakan dampak secara ekonomi bagi Kabupaten Garut terkait pandemi virus corona ini.

Baca juga: Siswa di Garut Belajar Mandiri, Guru Tetap Harus ke Sekolah

 

Salah satunya adalah dari sektor pariwisata yang saat ini banyak kunjungan wisatawan harus dibatalkan.

“Laporan dari PHRI, sudah banyak yang sudah pesan hotel hingga ratusan kamar terpaksa dibatalkan,” jelas Helmi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X