Kondisi Terkini Istri Pasien Meninggal Virus Corona di Solo Makin Membaik

Kompas.com - 16/03/2020, 16:54 WIB
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi virus Corona atau Covid-19

MADIUN, KOMPAS.com - Kondisi istri almarhum korban corona yang meninggal di Solo makin membaik setelah dirawat tiga hari di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) dr Soedono Madiun.

Untuk memastikan perempuan berusia 55 tahun asal Kabupaten Magetan itu positif atau tidak terjangkit corona, hanya tinggal menunggu hasil laboratorium Kemenkes. 

"Kondisinya sudah sangat membaik. Semua indikator klinis normal, laboratoriumnya normal, foto thorax normal, sehingga insya Allah normal. Kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan uji lab Jakarta," kata Dirut RSUP dr Soedono Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka kepada Kompas.com, Senin (16/3/2020) sore. 

Baca juga: Istri Pasien Positif Corona yang Meninggal di Solo Dirawat di Madiun

 

Bangun mengatakan, hasil lab Kemenkes dijanjikan selesai dalam waktu tiga hari kerja.

Pemeriksaan laboratorium tidak jadi dikirim ke Unair Surabaya lantaran sampel diambil tim Dinkes Jatim dan langsung dikirim ke Jakarta.

"Janjinya tiga hari. Sampel sudah dikirim sejak Sabtu (14/3/2020)," ujar Bangun. 

Tak hanya istri korban, Bangun mendapatkan informasi enam orang keluarga korban juga diambil sampel klinisnya.

Hanya saja, enam orang anggota keluarga itu tidak dirawat di rumah sakit.

Kendati demikian, keenam orang itu statusnya masuk kategori orang dalam pemantauan. 

Ia menambahkan, enam orang itu masuk dalam pemantauan lantaran pernah berkontak dengan korban sebelum meninggal dunia. 

Baca juga: Istri Pasien Meninggal Positif Corona di Solo Berstatus Pasien Dalam Pengawasan

Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pemerintah Soedono Madiun merawat istri korban corona yang meninggal di Kota Solo, Jawa Tengah, sejak Jumat (13/3/2020).

Direktur RSUP Soedono, dr Bangun Trapsila Purwaka yang dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (14/3/2020) pagi membenarkan dirawatnya pasien suspect corona dari Magetan.

Pasien yang dirawat memiliki riwayat kontak dengan korban corona yang meninggal di Solo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X