ODP Corona di Banten Sebanyak 113 dan Tersebar di 8 Kabupaten Kota

Kompas.com - 16/03/2020, 16:23 WIB
Ilustrasi Corona KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Corona

SERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji menyebut hingga saat ini terdapat 113 orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus Corona atau Covid-19.

Mereka tersebar di delapan kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Banten.

"ODP 113, tersebar di kabupaten kota, PDP (pasien dalam pengawasan) 18 kasus," kata Ati di Pendopo Gubernur Banten, Senin (18/3/2020).

Baca juga: Banten Terapkan Status KLB Corona, Pelaksanaan UN Ditunda

Sementara untuk pasien yang positif corona di Banten, hingga saat ini sebanyak empat orang.

Jumlahnya masih sama dengan data yang publikasikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim beberapa waktu lalu.

Tambah tiga RS rujukan

Pemprov Banten berencana menambah tiga lagi rumah sakit rujukan corona.

Saat ini baru terdapat dua rumah sakit, yakni RS Tangerang dan RS Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.

"Kita akan menambah tiga RS yang akan di SK kan Gubernur, yakni RS Balaraja, RSU Banten dan RS Cilegon," kata Ati.

Baca juga: Banten dan Tangerang Resmi Tetapkan Status KLB Virus Corona

Namun, rencana penambahan RS tersebut kemungkinan tidak terjadi dalam waktu dekat. Fasilitas untuk Isolasi di ketiga RS tersebut belum memadai.

"Akan kami persiapkan dulu, kita akan persiapkan barangnya dulu, karena ruang isolasi ada standar-standar yang harus dipenuhi terlebih dahulu," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X