Tak Miliki Alat Deteksi Corona, Pemda Sumba Timur Tolak Kapal Angkut 10 Wisatawan Asing

Kompas.com - 16/03/2020, 07:49 WIB
Ilustrasi kapal Stewart SuttonIlustrasi kapal

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur ( NTT), menolak kapal wisata bernama Bulan Baru yang akan bersandar di wilayah itu.

Kapal wisata itu mengangkut 10 wisatawan asing asal Australia dan Amerika Serikat.

"Kita tolak mereka, karena rumah sakit kita tidak punya peralatan yang memadai untuk mendeteksi kesehatan mereka, pakah terpapar virus corona atau tidak," ujar Bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (15/3/2020) malam.

Baca juga: RSUP Kariadi Semarang Isolasi WNA Inggris Kapal MV Columbus, Pasien dalam Pengawasan Corona

Karena itu, pihaknya tidak ingin mengambil risiko masuknya virus mematikan itu di wilayahnya.

Saat ini kapal itu masih berada di perairan Sumba Timur.

"Mereka mau ke Bali, karena di sana fasilitas lebih bagus," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kapal wisata Bulan Baru, yang memuat 10wisatawan asing, ditolak bersandar di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Sabtu (14/3/2020).

Penolakan itu dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dan KP3 Laut Waingapu.

Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Anis Kumanireng mengatakan, pihaknya menolak memberikan izin sandar di pelabuhan, karena instruksi Bupati Sumba Timur untuk menutup semua akses masuknya wisatawan asing ke wilayah itu, guna mengantisipasi masuknya virus corona.

Baca juga: Kapal Bermuatan 10 WNA Ditolak Sandar di Pelabuhan Sumba Timur NTT

Kapal ini membawa 1 guide, 10 wisatawan asing, dan 6 awak kapal.

"Wisatawan asing yang berada dalam kapal itu, 9 di antaranya dari Australia dan 1 orang dari Amerika Serikat," ungkap Anis, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

Pihaknya hanya menjalankan instruksi Bupati Sumba Timur, setelah adanya keputusan dalam rapat bersama semua unsur terkait pada Minggu (8/3/2020) pekan lalu.

Kapal tersebut hanya diizinkan mengisi bahan bakar dan logistik lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X