Penjelasan Dinkes Maluku soal Hoaks Virus Corona

Kompas.com - 15/03/2020, 16:53 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

AMBON, KOMPAS.com - Warga di Kota Ambon, Maluku, dihebohkan dengan sebuah postingan di Facebook yang menyebut telah ditemukan satu kasus baru virus corona di Maluku.

Postingan yang diunggah oleh pemilik akun Alkotta itu kini beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, sehingga membuat warga resah.

Pemilik akun mengatakan, warga perlu berhati-hati, karena virus mematikan itu telah masuk ke Ambon dan telah menyerang seorang anak yang tengah mengikuti kegiatan di Rindam Suli.

Baca juga: Ganjar Pranowo Putuskan Tunda Pelaksanaan UN

Berikut kata-kata dalam unggahan di akun Facebook yang beredar di masyarakat:

Tadi kedapatan di kegiatan Rindam,, ada salah satu anak yg di periksa positive Covid-19 (Corona),, dia telah dipulangkan tadi dari keg.

Menanggapi beredarnya isu tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh langsung membantah informasi tentang ditemukan kasus baru Corona di Maluku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Itu hoaks. Sampai saat ini, kita tidak mendapat laporan ada kasus di Maluku dan belum ada pasien yang dirawat karena Corona di Maluku,” kata Meykal kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Lacak Peserta Seminar di Bogor dan Tabligh Akbar di Malaysia

Meykal mengungkapkan, dia sempat menghadiri sebuah acara yang digelar di Rindam XVI Pattimura di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (14/3/2020) kemarin.

Dia mengakui bahwa saat itu, kegiatan tersebut dihentikan karena ada salah satu anak yang sakit.

Namun, hal itu tidak terkait kasus virus corona.

“Saya sudah telepon Pak Kakesdam, saya teruskan WA itu ke Kakesdam. Terus Pak Kakesdam minta, kalau boleh itu diklarifikasi ke masyarakat bahwa pembubaran acara kemarin itu bukan karena ada virus corona, tapi untuk pencegahan agar jangan ada kumpul-kumpul massa," kata Meykal.

Baca juga: Cegah Corona, Pengunjung Candi Borobudur Dibatasi Sampai Zona 1

Dia menegaskan, hingga saat ini Maluku masih aman dan belum ditemukan satu pun kasus pasien yang positif virus corona.

Meykal meminta warga tidak perlu panik berlebihan.

“Panglima bilang begitu, bukan untuk apa-apa, tapi karena ini untuk upaya pencegahan. Kok bisa berubah jadi ada kasus?" ujar Meykal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X