Cegah Corona, Kompleks Makam Pesantren Tebuireng Ditutup Sementara

Kompas.com - 15/03/2020, 15:21 WIB
Para peziarah memanjatkan doa di makam KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), di komplek pemakaman keluarga Pesanren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/2/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPara peziarah memanjatkan doa di makam KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), di komplek pemakaman keluarga Pesanren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/2/2020).

JOMBANG, KOMPAS.com - Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, menutup sementara akses peziarah menuju kompleks makam Tebuireng, mulai Senin (16/3/2020).

Sekretaris Pesantren Tebuireng, KH Abdul Ghofar mengungkapkan, penutupan komplek makam Tebuireng untuk mencegah penularan virus corona di tempat publik.

Baca juga: Hadapi Pandemi Global Covid-19, Jokowi Pastikan Bahan Pokok Mencukupi

"Kami putuskan kebijakan tersebut dalam rapat pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng, dengan merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah," ujar Kiai Abdul Ghofar, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (15/3/2020).

Terdapat beberapa makam tokoh nasional di dalam kompleks Pesantren Tebuireng. Di antaranya, KH Hasyim Asya'ari, Wahid Hasyim, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia kerap berziarah ke makam tokoh nasional dan keluarga pesantren Tebuireng itu.

Menurut Ghofar, penutupan akses komplek makam diharapkan membantu pemerintah mencegah penyebaran virus corona.

"Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, dar'ul mafâsid muqaddam alâ jalbi-l mashâlih (mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan)," ujar Kiai Ghofar.

Penutupan akses ke komplek makam Tebuireng bagi peziarah disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan pada Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Arahan Jokowi untuk Pemda: Liburkan Sekolah hingga Tingkatkan Layanan Pasien Covid-19

Surat Edaran dengan Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tersebut, ditandatangani oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz, selaku pengasuh Pesantren Tebuireng dan berlaku mulai Senin dini hari.

"Berkenaan dengan kebijakan ini, kami atas nama keluarga besar Pesantren Tebuireng menyampaikan Permohonan Maaf yang sebesar-besarnya," demikian bunyi surat edaran tersebut.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Regional
Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Regional
Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Regional
 Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Regional
Perusahaan Tertutup ke Satgas, Kasus Covid-19 Diprediksi Jebol dari Klaster Pekerja Pabrik

Perusahaan Tertutup ke Satgas, Kasus Covid-19 Diprediksi Jebol dari Klaster Pekerja Pabrik

Regional
Sehari Bertambah 21 Kasus, Garut Dinyatakan Darurat Corona

Sehari Bertambah 21 Kasus, Garut Dinyatakan Darurat Corona

Regional
Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya, Seorang Prajurit TNI Gugur

Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya, Seorang Prajurit TNI Gugur

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2020

Regional
2 Puskesmas di Kota Yogyakarta Ditutup Sementara

2 Puskesmas di Kota Yogyakarta Ditutup Sementara

Regional
Istri dan 2 Anak Wali Kota Jambi Juga Positif Covid-19, Dirawat di Jakarta

Istri dan 2 Anak Wali Kota Jambi Juga Positif Covid-19, Dirawat di Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X