Cerita Gubernur NTT Habiskan Rp 4,5 M untuk Penelitian Raih Gelar S2

Kompas.com - 15/03/2020, 09:53 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Kupang, Sabtu (14/3/2020) siang KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Kupang, Sabtu (14/3/2020) siang

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laikodat menegaskan, sektor pariwisata bisa menjadi penggerak utama pembangunan di NTT.

Viktor menyebut, pernyataan itu diperoleh berdasarkan hasil penelitian selama menempuh pendidikan S2. 

Viktor bahkan berkelakar, penelitian itu merupakan penelitian termahal di Indonesia.

"Saya melakukan penelitian sebagai seorang mahasiswa yang termahal di Indonesia. Saya melakukan penelitian sebagai seorang master dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 4,5 miliar," kata Viktor saat memberikan kuliah umum di Politikenik Kesehatan (Poltekes) Negeri Kupang, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Bandara Adi Soemarmo Awasi Khusus Penumpang dari 3 Negara

Viktor menceritakan perjalanannya menempuh pendidikan S2 dan melakukan penelitian itu. Awalnya, tak mudah mengajukan proposal penelitian kepada dosen pembimbingnya.

"Waktu saya mengajukan proposal untuk penelitian, profesor saya mengatakan ini tidak mungkin dan mustahil, karena saya mengajukan 45 studi kasus," ungkap Viktor.

Sang dosen, kata Viktor, mengajurkan mengjukan satu studi kasus. Viktor diminta memperdalam telaah dalam satu kasus itu.

Politikus Partai Nasdem itu menyebut, sang dosen sangsi dengan kemampuan mahasiswa yang mengajukan 45 kasus dalam satu proposal penelitian.

"Saya tahu, pasti profesor mengira ini uang banyak akan dikeluarkan dan tidak akan dilakukan mahasiswa itu. Cuma dia lupa kalau mahasiswa ini kaya,"kata Viktor yang disambut tawa ratusan mahasiswa dan dosen yang hadir.

Berdasarkan hasil penelitian itu, Viktor menemukan fakta lokasi wisata unggulan di NTT berhubungan dengan alam dan budaya.

Wisatawan pun tertarik dengan wisata serupa itu. Tapi, kata Viktor, objek wisata yang menghadirkan alam dan budaya yang indah tak dipoles dan didesain dengan baik.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Kapolri Minta Jajarannya Cek Suhu Tubuh di Pintu Masuk Kantor Kepolisian

Viktor pun berjanji akan memperbaiki infratruktur untuk menunjang pariwisata tersebut.

"Karena itu, di bawah kepemimpinan saya, tentu kita akan memperbaiki infrastruktur di daerah pariwisata, menyiapkan akomodasi dengan baik, termasuk rumah sakit yang memadai," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X