17 Orang Jadi Tersangka Kasus Perusakan Kantor Bupati Waropen

Kompas.com - 14/03/2020, 06:52 WIB
Massa membakar kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020) IstimewaMassa membakar kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Proses penyidikan tindak pidana perusakan dan percobaan pembakaran Kantor Bupati Waropen terus berkembang dan jumlah tersangka terus bertambah.

Kini, Polres Waropen telah menetapkan 17 orang menjadi tersangka kasus tersebut.

"Untuk 17 tersangka 2 di antaranya yakni Barnabas Raweyai dan Lewi Ayorbaba sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan Mapolres Waropen, karena terindikasi kuat bahwa 2 tersangka tersebut sebagai provokator," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, melalui rilis, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Satu Orang Jadi Tersangka Pembakaran Kantor Bupati Waropen, 32 Lainnya Diburu Polisi

Untuk kelima belas tersangka lainnya, sambung Kamal, dikenakan wajib lapor.

Namun, proses penyidikan tetap berjalan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka pada kejadian tersebut.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP Ayat (1) yaitu barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang diancaman hukuman penjara di atas 5 tahun," kata Kamal.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan sempat terjadi Kabupaten Waropen, Papua, pada Jumat (6/3/2020) pagi. Akibatnya 3 kantor pemerintahan dirusak massa.

Baca juga: Polda Papua Kirim Tim Usut Perusakan Kantor Bupati Waropen

Menurut Kapolres Waropen AKBP Suhadak, kepolisian sudah mendeteksi adanya potensi pergerakan massa ketika media menginformasikan tentang penetapan Bupati Waropen Yeremias Bisai sebai tersangka kasus gratifikasi yang terjadi pada 2010-2015.

"Anggota Polres Waropen sejak kamis (5/3/2020) malam sudah berjaga di sekitaran kantor bupati dan beberapa kediaman pejabat pemda. Aparat juga melakukan patroli diseputaran wilayah yang dianggap berpotensi jadi pelampiasan warga yang tidak terima keputusan itu," kata Suhadak, melalui rilis, Jumat (6/3/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X