Jabar Proaktif Tes Orang yang Pernah Berhubungan dengan Pasien PDP Covid-19

Kompas.com - 13/03/2020, 15:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (12/3/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (12/3/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan proaktif tes bagi semua orang yang punya riwayat pernah berhubungan dengan pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai melakukan rapat koordinasi dengan DPRD Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (13/3/2020).

Pria yang akrab disapa Emil itu menyampaikan, sikap itu dilakukan agar pemerintah daerah punya kepastian menentukan kebijakan serta mengantisipasi potensi penyebaran.

"Prinsip dari Pemprov Jabar dan dewan menyepakati, kita ini akan proaktif melakukan tindakan yang kami anggap sangat dibutuhkan dengan situasi di lapangan yang mungkin berbeda dengan apa yang terbaca secara umum," ucap Emil.

Baca juga: Jawa Barat Tertarik Teliti Kina untuk Obati Covid-19

Ia mengatakan, saat ini fasilitas alat pengecekan pun telah tersedia sesuai dengan standar WHO.

Dengan begitu, kata dia, hasil pemeriksaan PDP bisa dilakukan lebih cepat.

Menurut dia, upaya ini bisa sedikit meringankan beban pemerintah dalam menangani wabah Covid-19.

"Jadi dua hari lalu Pak Jubir sudah menyampaikan akan ada desentralisasi testing. Sambil menunggu kita bisa lebih duluan menungu karena kita punya alatnya baik di rumah sakit maupun di laboratorium Unpad. Sehingga ini membantu untuk memastikan memperluas jangkuan itu. Kan ada istilahnya PDP, PDP ini kan tidak dites, mereka hanya dipantau gejalanya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ruhiyat mendukung penuh rencana penanganan wabah Covid-19 yang tengah dilakukan Pemprov Jabar.

Baca juga: Begini Cara Kerja Kina Lawan Virus Corona Menurut Guru Besar Unpad

 

Dewan, kata Achmad, meyetujui penggunaan dana tanggap darurat untuk program penanganan Covid-19.

"Soal anggaran kita sangat mendukung dengan tentu menyesuaikan aturan yang berlaku. Bahkan ada rencana menggeser anggaran tapi kita tungguh langkah yang sesuai aturan," jelas Achmad.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X