Kompas.com - 13/03/2020, 14:22 WIB
Tampak Ruang Isolasi Bougenvile RS Rotinsulu yang kini masih merawat satu suspect corona. KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak Ruang Isolasi Bougenvile RS Rotinsulu yang kini masih merawat satu suspect corona.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Paru Rotinsulu bertambah. Saat ini ada total enam PDP yang dikarantina di ruang Bougenvile.

Sebelumnya WHO sudah mengumumkan jika wabah virus corona jadi pandemi global. 

"Sekarang total yang dirawat ada enam pasien (PDP)," kata Direktur Utama RS Paru Rotinsulu Bandung, dr Edi Sampurno dihubungi Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Pasien dengan Gejala Mirip Corona di RS Rotinsulu Bandung Mulai Membaik

Enam pasien dalam pengawasan yang dirawat ini terdiri dari dua pasien yang sebelumnya masuk pada tanggal 2 dan 5 Maret 2020 lalu.

Kedua pasien yang memiliki riwayat umrah ini masih menunggu hasil swab yang dikirim RS Rotinsulu ke Litbangkes Bandung.

Sedang 4 pasien baru lainnya masuk ke RS Rotinsulu pada tanggal 9 dan 10 Maret 2020. Namun pihaknya belum mengetahui secara detail riwayat pasien baru tersebut.

"Saya belum tahu, yang pasti mereka semua warga negara Indonesia," kata Edi.

Baca juga: Satu Pasien PDP di RS Rotinsulu Dinyatakan Negatif Corona dan Pulang

 

Riwayat perjalanan pasien

Sebelumnya, satu PDP corona (Covid -19) telah dinyatakan negatif dan diperkenankan pulang pada Kamis (12/4/2020) sore.

Pasien ini merupakan salah satu pasien yang memiliki riwayat perjalanan ibadah umrah, dan masuk ke RS Rotinsulu pada tanggal 3 Maret 2020 lalu.

Seperti diketahui, RS Paru Dr.H.A Rotinsulu menjadi salah satu rumah sakit di Bandung yang ditunjuk Kementrian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca juga: RS Rotinsulu Bandung Siapkan 8 Ruang Isolasi untuk Tangani Pasien Corona

Delapan ruangan isolasi beserta tim khusus dokter dan alat untuk menangani PDP telah dipersiapkan RS Rotinsulu.

Dengan masuknya virus corona ke Indonesia, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat melakukan pola hidup sehat seperti makan, dan berolahraga secara teratur serta menjaga kebersihan diri guna meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kalau daya tahan tubuh kita bagus, penyakit datang ke kita dapat terlawan oleh daya tahan tubuh kita," tuturnya.

Sedang untuk penggunaan masker, lanjut Edi, ini hanya diperuntukam bagi orang yang sakit atau pasien terduga dan petugas medis atau kesehatan untuk menghindari kontak langsung dengan pasien Covid-19.

"Kita harus tetap waspada tapi jangan panik, ikuti arahan arahan dari kementerian kesehatan maupun dari pemerintah daerah dan dinas-dinas," ucapnya.

Baca juga: Pasien Diisolasi Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Tak Ada Riwayat ke Luar Negeri, Jasad Dibungkus Plastik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X