Napi Ini Dikirimi Sereal dalam Kemasan, Ternyata Isinya Sabu

Kompas.com - 13/03/2020, 13:43 WIB
Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka bersama Kepala Lapas Purwokerto Ismono saat ungkap kasus penyelundupan sabu-sabu di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka bersama Kepala Lapas Purwokerto Ismono saat ungkap kasus penyelundupan sabu-sabu di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 42,73 gram ke Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas II A Purwokerto, Jawa Tengah, berhasil digagalkan polisi dan petugas lapas.

Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka mengatakan, untuk mengelabui petugas, sabu-sabu dimasukkan dalam dua kemasan saset sereal.

Barang dikirim melalui jasa paket dari seseorang yang beralamat di Madura.

" Sabu dimasukkan dalam kemasan sereal sachet, ada 10 sachet dalam satu renteng, kemasan ketiga dan kelima berisi sabu-sabu," kata Whisnu didampingi Kepala Lapas Purwokerto Ismono saat ungkap kasus di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2029).

Baca juga: Siasat Dua Kurir Bawa 1 Kg Sabu ke Jakarta, Gagal karena Mabuk di Parkiran Minimarket

Whisnu menjelaskan, sabu dimasukkan dengan cara membuka kemasan minuman sereal, selanjutnya kemasan tersebut direkatkan kembali.

"Kami menerima informasi akan ada kiriman sabu-sabu ke lapas. Petugas curiga saat menemukan paketan berisi minuman sereal, diperiksa dari luar kok berbeda, kan ada kasar-kasar sedikit," ujar Whisnu.

Menurut Whisnu paketan tersebut ditujukan kepada salah satu napi yang mendekam di dalam lapas.

Namun setelah ditelusuri barang haram tersebut merupakan pesanan dari KA (26), sesama penghuni lapas asal Pasuruan, Jawa Timur.

Baca juga: Jual-Beli BPKB Tanpa Kendaraan, Dua Tersangka Mantan Napi Kasus Penipuan

Atas perbuatannya, KA yang merupakan napi kasus narkoba dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X