Pasien 25 Virus Corona Meninggal, Bali Belum Perlu Opsi 'Lockdown'

Kompas.com - 13/03/2020, 13:38 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster di Denpasar, Rabu (12/2/2020). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINGubernur Bali, I Wayan Koster di Denpasar, Rabu (12/2/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, opsi lockdown belum perlu diterapkan di Bali pascameninggalnya pasien 25 virus corona di RSUP Sanglah, Denpasar.

Menurutnya, situasi di Bali tak bisa dibandingkan dengan Italia dan Korea Selatan, yang memberlakukan opsi lockdown wilayah terdampak virus corona.

Baca juga: Pemerintah akan Bentuk Satgas Percepatan Penyebaran Virus Corona

Sebab, pasien positif virus corona di dua negara itu mencapai ribuan jiwa.

"Jangan dulu berandai-andai. Kalau menurut saya untuk posisi saat ini menurut saya belum. Kalau di sana kan sudah ribuan (terjangkit)," kata Koster usai sidang paripurna di Gedung DPRD Bali, Jumat (13/3/2020).

Koster memastikan, Pemprov Bali telah siap mengantisipasi penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Salah satunya, memperketat wisatawan di sejumlah pintu masuk Pulau Bali, seperti bandara, terminal, dan pelabuhan.

Ia juga belum mempertimbangkan wacana pembatasan wisatawan asing ke Pulau Dewata.

"Jadi belum waktunya kita ini terlalu keras dalam melakukan kebijakan pembatasan," kata dia.

Masyarakat diminta tetap tenang menanggapi isu penyebaran virus corona. Pemerintah, kata dia, menjamin penanganan dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Kita bekerja secara maksimal dan fokus kita untuk saat ini bagaimana caranya mengelola masalah ini dengan baik," katanya.

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto memastikan tak akan menggunakan opsi lockdown untuk wilayah yang terdapat kasus positif Covid-19.

Yuri tak menampik beberapa negara menggunakan opsi lockdown dalam menekan penyebaran corona.

Tapi, Pemerintah Indonesia menilai penerapan opsi itu hanya meningkatkan peluang penyebaran virus.

Yuri menyebut kebijakan itu tak mutlak. Pejabat di tingkat kementerian akan segera membahas langkah lanjutan menangani penyebaran virus corona di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, pasien 25 virus corona meninggal di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Rabu (11/3/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menjelaskan, pasien yang merupakan warga negara asing (WNA) itu datang bersama suaminya ke Bali pada 29 Februari 2020.

Baca juga: 20 Warga Bogor Masuk ODP Corona, 17 Negatif, 3 Orang dalam Pemantauan

Indra tak menjelaskan kewarganegaraan pasien itu dan asal penerbangannya.

Menurutnya, WNA perempuan itu mengalami gejala batuk dan demam pada 3 Maret 2020.

Sang suami membawanya ke salah satu rumah sakit swasta di Bali.

Karena memiliki riwayat perjalanan luar negeri dan mengalami gejala mirip virus corona, pasien dirawat di ruang isolasi.

Pasien itu didiagnosa mengidap empat penyakit bawaan, diabetes melitus atau gula, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit obstruksi paru menahun.

Sekitar lima hari mendapatkan perawatan, pasien itu tak menunjukkan tanda-tanda sembuh.

WNA itu dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar pada 9 Maret 2020.

Baca juga: Guru Besar Farmakologi Unpad: Jangan Panik Soal Corona, Malaria Dulu Lebih Dahsyat...

RSUP Sanglah pun mengambil sampel darah dan dahak pasien dalam pengawasan itu untuk diuji di Litbangkes RI. 

Tapi, pasien itu meninggal pada Rabu (11/3/2020) sekitar puul 02.45 WIB.

Pemprov Bali pun melaporkan hal itu ke Kementerian Kesehatan. Kemenkes menjelaskan pasien tersebut merupakan pasien nomor 25 dan positif mengidap Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X