Polisi Bongkar Modus Baru Perdagangan Miras Sistem "Nomaden" di Tasikmalaya

Kompas.com - 13/03/2020, 12:15 WIB
Pelaku perdagangan miras jenis tuak modus berpindah-pindah tempat atau nomaden di Tasikmalaya berhasil diungkap tim khusus Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (13/3/2020) dini hari. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPelaku perdagangan miras jenis tuak modus berpindah-pindah tempat atau nomaden di Tasikmalaya berhasil diungkap tim khusus Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (13/3/2020) dini hari.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim khusus peredaran minuman keras (miras) Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, berhasil mengungkap kembali modus baru perdagangan miras sistem nomaden atau penjualnya berpindah-pindah tempat saat transaksi, Jumat (13/3/2020) dini hari tadi.

Sebelumnya tim ini berhasil membongkar peredaran miras dengan modus berkedok bengkel tambal ban dan penjual keliling pakai motor.

"Kita berhasil ungkap kembali jenis penjualan miras dengan sistem berpindah-pindah tempat penjualnya (nomaden)," Kepala Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota Kompol Mochammad Bashori, Jumat pagi.

Baca juga: Polisi: Ada Fakta Baru Saat Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMP Tasikmalaya, Tersangka Terancam Hukuman Mati

"Sebanyak 40 liter jenis tuak diamankan dan ditangkap seorang pelakunya berinisial DS (40) asal Tasik." 

Bashori menuturkan, penjualan miras oleh pelaku selama ini dengan cara transaksi lewat saluran telepon selular dan janjian di suatu tempat sesuai kesepakatan pelaku dan pembeli.

Pelaku berupaya mengelabui petugas dengan cara berpindah-pindah tempat saat bertransaksi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Reka Ulang Pembunuhan Siswi SMP Tasikmalaya: Ayah Ambil Kembali Uang Study Tour Setelah Bunuh Anaknya

 

Sistem nomaden

Pelaku pun secara selektif melayani pembeli dengan cara khusus bagi nomor-nomor ponsel yang dikenalinya selama ini.

Sedangkan, pelaku kerap menyimpan miras jenis tuak siap edar di beberapa lokasi rumah kosong pinggir jalan yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.

"Pelaku kemarin ditangkap di rumah kosong Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya. Rumah kosong itu tempat penyimpanan tuak siap edar yang dibungkus plastik," kata Bashori. 

Baca juga: Hotel di Tasikmalaya Diminta Awasi Tamu Asing Pasca-temuan Suspect Corona

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X