Umumkan 4 Warganya Positif Corona, Ini Pesan Gubernur Banten

Kompas.com - 13/03/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com- Empat warga Banten dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.

Informasi mengenai empat warga postitif corona itu didapati dari Posko Utama Covid-19 di Jakarta.

Gubernur Banten Wahidin Halim berpesan agar warga tak panik namun tetap waspada.

Dalam pengumumannya, Wahidin menyampaikan supaya warga menghindari pertemuan-pertemuan bersifat umum dan menjauhi tempat keramaian.

"Hindari pertemuan-pertemuan bersifat umum atau paling tidak menjauhi keramaian, agar kita bisa memastikan tidak tertular virus corona ini," kata Wahidin.

Baca juga: Pemerintah Pakai Anggaran Khusus Bencana untuk Tangani Virus Corona

Baru pulang dari Malaysia dan Bali

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona
Terkait warganya yang dinyatakan positif corona, gubernur menjelaskan, tiga di antara mereka baru pulang dari Malaysia.

Sedangkan satu orang lagi baru pulang dari Bali.

"Mereka baru saja melakukan perjalanan dari Malaysia tiga orang, satu baru pulang dari Bali," kata Wahidin Halim

Empat orang itu kini ditangani di dua rumah sakit yang berbeda yakni RS Sulianti Saroso dan RS Persahabatan Jakarta.

Kedua rumah sakit itu memang menjadi rujukan pasien penderita corona atau Covid-19.

Baca juga: Jusuf Kalla: Masjid Tidak Berbahaya, yang Bahaya Virus Corona

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Warga Pukuli Tenaga Medis karena Tak Bisa Ikuti Rapid Test, Ini Kronologinya

Viral Video Warga Pukuli Tenaga Medis karena Tak Bisa Ikuti Rapid Test, Ini Kronologinya

Regional
321 WNI Tahanan di Malaysia Dipulangkan Melalui Pelabuhan Nunukan

321 WNI Tahanan di Malaysia Dipulangkan Melalui Pelabuhan Nunukan

Regional
Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X