Cerita Mahasiswa Indonesia yang Belum Bisa Kembali ke China, Kuliah Online karena Virus Corona

Kompas.com - 13/03/2020, 06:21 WIB
Ilham Tri Kusnadi, mahasiswa jurusan kedokteran Hubei University of Science and Technology semester 3, menjalani kuliah secara online di rumahnya sejak kasus virus Corona merebak di China awal Pebruari 2020 lalu. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANIlham Tri Kusnadi, mahasiswa jurusan kedokteran Hubei University of Science and Technology semester 3, menjalani kuliah secara online di rumahnya sejak kasus virus Corona merebak di China awal Pebruari 2020 lalu.

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Sudah dua pekan Ilham Tri Kusnadi menjalani kuliah secara online bersama teman-temannya, sejak virus corona mewabah di negara China, tempatnya menempuh pendidikan kedokteran.

Kiriman video, audio dan foto-foto tugas kuliah dari dosennya, dikirimkan ke dalam grup mahasiswa melalui email dan grup media sosial. 

Model kuliah online ini, dirasakan berbeda oleh mahasiswa. Sebab, biasanya mereka selalu bertatap muka dengan dosennya di dalam kelas.

Kini, mereka harus belajar sendiri di rumahnya masing-masing. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Kembali Tolak Kapal Pesiar Berlabuh, Cegah Virus Corona

Kampus Ilham kuliah, Hubei University of Science and Technology, sejak virus corona mewabah, sudah sepi dan pintu masuk ke dalam kampus sudah disegel.

Kondisi itu berdasarkan foto yang dikirim oleh teman Ilham yang tidak bisa pulang dan berada di dalam asrama kampus. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kuliah online, menurut Ilham, sangat tidak efektif dan kesulitan untuk dipahami.

Apalagi jurusan yang ditempuh kedokteran yang membutuhkan praktik daripada teori.

Oleh sebab itu, untuk bisa memahami kuliah tersebut, dibutuhkan tambahan referensi dari buku-buku dan artikel di internet. 

"Kesulitan saya tidak seberapa untuk memahami materi kuliah karena ada buku-buku kedokteran milik kakak saya. Tinggal mencocokkan dan mengkomparasikan antara tugas kuliah dengan referensi yang ada," kata Ilham, saat ditemui di rumahnya, Jalan Bonorogo Kelurahan Lawangan Daya, Kamis (12/3/2020). 

 

Ada beberapa teman kelas Ilham yang mengalami kendala soal buku-buku kedokteran.

Mereka harus pontang-panting mencari ke sejumlah toko buku dan harus mengeluarkan tambahan biaya.

Ada pula yang datang ke beberapa perpustakaan umum.

Baca juga: Ternyata, Kerugian Penggelapan Uang Nasabah Bank Jatim Pamekasan Rp 4,8 Miliar

 

Namun, buku kedokteran tidak sama dengan buku-buku sosial humaniora yang mudah ditemukan di perpustakaan di Indonesia. 

"Ada teman saya yang masih cari-cari buku untuk memahami tugas kuliah," imbuh Ilham.

Kendala perkuliahan seperti itu, nampaknya sudah ditangkap oleh beberapa dosen lainnya.

Sehingga muncul inisiatif untuk melakukan kuliah model live streaming

"Kemungkinan minggu depan kuliah live streaming dimulai. Ada tiga mata kuliah yang akan kuliah model begitu," ungkap remaja yang sudah hafal 12 juz kitab Al-Quran ini. 

Tidak hanya mahasiswa asal Indonesia yang tidak nyaman dengan kuliah online.

Mahasiswa lainnya yang tinggal di asrama kampus karena tidak pulang, juga merasakan hal yang sama.

Mereka ada yang dari Indonesia, dari Afrika dan dari Pakistan.

Meskipun berada di dalam lingkungan kampus, mereka bisa belajar dengan online dan masih dalam status dikarantina. 

"Setiap waktu obrolan di grup mahasiswa Indonesia selalu update. Termasuk keluhan mereka yang ada di Hubei karena kuliah online," ujar dia. 

 

Kendala itu, membuat mereka saling meringankan kesulitan yang dialami.

Apalagi, dosen sudah menegaskan jika mata kuliah tidak akan diulang lagi ketika mahasiswa sudah ada waktu untuk kembali lagi ke China. 

"Infonya tidak ada pengulangan mata kuliah. Asumsi teman-teman, jika ada pengulangan mata kuliah, akan menghambat pada proses studi di semester berikutnya," kata Ilham. 

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan oleh situs resmi kampus, pada bulan Mei mendatang, seluruh mahasiswa yang ada di Provinsi Hubei sudah bisa kembali lagi.

Termasuk mahasiswa yang kuliah di Kota Wuhan.

Bulan Juli, diperkirakan ujian semester akan digelar jika tidak ada perubahan jadwal. 

"Sampai saat ini, kondisi di Provinsi Hubei sudah semakin membaik dan tidak ada tambahan korban lagi. Korban yang lama sudah ditangani, bahkan sudah sembuh secara perlahan," ungkap anak kedua dari pasangan Herman Kusnadi dan Susmaningsih ini. 

Susmaningsih, ibu kandung Ilham mengaku, ikut merasakan kesulitan yang sama atas apa yang dialami oleh anaknya.

Dirinya berharap agar anaknya bisa segera kembali ke kampusnya agar bisa konsentrasi belajar dan bisa menuntaskan kuliah yang terkendala. 

"Setiap hari di rumah jarang ada aktivitas kalau sedang tidak ada kuliah online. Semoga kondisi di China segera membaik," terang Susmaningsih. 

Adik kandung Ilham, Ika Putri Laksmi juga ingin segera kembali ke China.

Sebab, anak ketiga Herman Kusnadi ini, belum sempat kuliah ketika virus corona merebak di China.

Putri baru tinggal tiga bulan di kota Hubei dan belum tahu akan menempati kelas mana di kampusnya.

Putri baru akan menempuh semester satu di jurusan yang sama dengan kakaknya di fakultas kedokteran.

Baca juga: Sempat Makan Bareng, Sekda Lamongan ImbauTetangga Tak Hindari Mahasiswa dari Wuhan

"Kalau saya belum pernah masuk kelas dan belum pernah menerima kuliah. Saya berharap kondisi di China segera membaik dan perkuliahan bisa kembali seperti semula," ucap Putri. 

Putri sendiri, selama kembali ke Indonesia, lebih banyak waktu kosong jika dibandingkan dengan kakanya yang sibuk dengan tugas-tugas kuliah.

Oleh sebab itu, dirinya banyak menghabiskan waktu dengan mengikuti kursus bahasa secara singkat.

Kursus itu akan banyak menunjang ketika perkuliahan dimulai.

Di kampusnya, untuk semester awal, bahasa yang digunakan masih Bahasa Inggris dan bahasa China. 

"Info mahasiswa lainnya, kalau semester awal masih 70 persen perkuliahan menggunakan bahasa Inggris. 30 persennya kuliah bahasa China, termasuk mata kuliah sastra China," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.