Banyak Rentenir Berkedok Koperasi, OJK Minta Pemda Tindak Tegas

Kompas.com - 12/03/2020, 20:25 WIB
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito seusai rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (13/3/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINDeputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito seusai rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (13/3/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tegas menindak rentenir yang berkedok dengan koperasi.

Menurut Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito, saat ini masih banyak rentenir di tengah masyarakat, baik dalam skala kecil, besar, bahkan berbadan hukum seperti koperasi.

"Di sekitar kita masih banyak sekali rentenir, kecil dan besar, berbadan hukum dengan koperasi, tapi ujung-ujungnya rentenir," kata Sardjito saat rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (13/3/2020).

Baca juga: Dua Bank Rentenir di Pidie Jaya Akhirnya Ditutup, Beri Bunga Setinggi Langit hingga Resahkan Warga

"Pemda harus tegas, yang tidak sesuai izinnya cabut saja," sambung Sardjito.

Sardjito mengatakan, saat ini para pelaku usaha kecil diberi kemudahan mendapatkan akses keuangan, antara lain melalui kredit usaha ringan (KUR) dan pembiayaan ultra mikro.

Selain itu terdapat asuransi pertanian dan peternakan.

"Di lingkungan kita, di sekitar kita banyak sekali masyarakat yang pinjam kepada pihak yang mudah, tapi sangat mencekik leher, tapi mereka masih hidup. OJK ingin menawarkan ini lho banyak program-program yang bisa dipakai masyarakat," ujar Sardjito.

Baca juga: Terjerat Rentenir, PRT Curi Perhiasan Majikan Seharga Rp 250 Juta

Sementara itu Penjabat Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie mengatakan, pemerintah telah memberikan kemudahan kepada pelaku usaha kecil untuk mendapatkan akses permodalan.

"Tadi ada yang menarik, bahasanya lawan rentenir, kenapa? Kita tahu bunganya tidak layak. Misal nelayan, malam berlayar, pagi kalau dapat ikan untuk makan, kalau tidak utang. Jangan sampai modal-modal kecil malah kejebak orang-orang kuat," kata Herru.

Untuk itu Herru meminta agar TPAKD yang telah ada di seluruh pemkab/pemkot di Jateng untuk bekerja secara maksimal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Regional
Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Regional
Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Regional
Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Regional
Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

Regional
Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Regional
Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Regional
Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Regional
Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Regional
Sebarkan Kolase Foto Wapres dan 'Kakek Sugiono', Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan Kolase Foto Wapres dan "Kakek Sugiono", Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Regional
13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Regional
Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Regional
33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

Regional
Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X