ESDM Temukan Kelalaian Pemilik Galian C yang Sebabkan 5 Santriwati dan 1 Kiai Tenggelam

Kompas.com - 12/03/2020, 20:20 WIB
Enam orang tewas tenggelam di kubangan galian c di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOEnam orang tewas tenggelam di kubangan galian c di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (9/3/2020).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kasus tewasnya seorang pengasuh pondok pesantren beserta lima orang santriwatinya akibat tenggelam di kubangan galian C di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjadi sorotan berbagai pihak. 

Bahkan, pasca musibah tragis yang terjadi pada Senin (9/3/2020) lalu itu Bupati Grobogan, Sri Sumarni langsung beserta jajarannya meninjau lokasi penambangan tanah/batu tersebut serta mengunjungi keluarga korban untuk turut berbela sungkawa.

Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan serta kepolisian pun juga diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Baca juga: Kisah Heroik Kiai Wahyudi, Ikut Jadi Korban Saat Selamatkan Santriwati yang Tenggelam

Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Provinsi Jateng, Agus Sugiarto, menyampaikan, aktivitas galian C atas nama perseorangan tersebut sudah berlangsung sejak 2016 dengan luas lahan untuk izin 8,2 hektar dan saat ini penambangan baru menjangkau dua hektar.

Meski demikian, sambung dia, kegiatan penambangan galian C tersebut sudah berhenti sejak Januari 2020 lantaran habis masa berlakunya dan sejauh ini masih dalam proses pengajuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun masih ada kewajiban pemilik galian C untuk reklamasi pada bekas lokasi pengerukan namun tak dilaksanakan.  Kami temukan unsur kelalaian dari pemilk tambang karena tak melaksanakan kaidah penambangan dengan baik. Oleh karena itu pemilik tambang harus bertanggungjawab atas kejadian ini," terang Agus saat dihubungi melalui ponsel, Rabu (11/3/2020).

Menurut Agus, kegiatan reklamasi pascatambang wajib direalisasikan sebelum pemilik tambang memperpanjang izin. 

Karena unsur pengabaian itu, tegas Agus, lokasi galian C tersebut akan ditutup sampai reklamasi pascatambang benar-benar dilaksanakan dengan baik. 

"Ini jadi bahan evaluasi dan sangat disayangkan. Mau dijadikan areal persawahan tapi tak terlaksana dengan baik. Lokasi kami tutup hingga reklamasi benar-benar dilaksanakan, " kata Agus.

Sementara itu, tim ESDM Provinsi Jateng juga menemukan unsur kesalahan lain dari pemilik tambang diantaranya, tidak terpasang "banner" peringatan pada area masuk penambangan, semisal himbauan berupa kalimat "Mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk". 

Terlebih lagi, lokasi tambang yang telah membentuk cekungan digenangi air menyerupai sungai.

Padahal, kata Agus, sepekan lalu tim ESDM Provinsi Jateng telah memberikan sosialisasi kepada sekitar 300 pengusaha tambang terkait pengelolaan galian C yang optimal menyusul ada kasus galian c yang menewaskan dua orang di Sragen dan empat orang di Kudus. 

 "Jadi ada pembiaran sehingga siapapun bisa bebas masuk. Sosialisasi kami  disepelekan," jelas Agus.

Baca juga: Polisi Sebut 5 Santri dan Pengasuh Ponpes Tewas di Galian C Murni Tenggelam

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Andi Moh Akbar Mekuo, mengatakan, pihaknya telah menggandeng tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng untuk mengusut tuntas kasus tewasnya enam orang yang tenggelam di kubangan galian c milik Sucipto warga Brati tersebut.

"Kami masih dalami dan berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng," kata Andi.

Dijelaskan Andi, ada tiga unit alat berat jenis exkavator yang disegel pihaknya. Mesin pengeruk berukuran besar tersebut dilarang berpindah tempat dari kawasan galian c tersebut hingga proses penyelidikan rampung.

"Lidik maksimal sebulan dengan pemeriksaan saksi-saksi termasuk pemilik tambang," ujarnya.

Untuk diketahui, enam orang tewas tenggelam di kubangan galian c di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (9/3/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan data dari Polsek Brati, enam orang tewas merupakan para penghuni Pondok Pesantren Al Lathifiyah yang lokasinya tak jauh dari galian C tersebut.

Para korban tercatat berasal dari Kabupaten Grobogan. Lima di antaranya adalah para santriwati dan seorang korban lagi merupakan pemilik sekaligus pengasuh Ponpes Al Lathifiyah.

Sesuai keterangan Ponpes Al Lathifiyah, kelima santriwati tersebut yaitu SL (17) warga Temon, Brati,  SS (17) warga Getasrejo, Grobogan, NZ (13) warga Tarub, Tawangharjo, LN (17) warga Brati, IS (13) warga Kuripan, Purwodadi.

Sementara seorang korban yaitu pemilik Ponpes Al Lathifiyah, KH Wahyudi (58).

Adapun dua orang korban selamat yakni (NS (16) warga Klambu dan LA (15) warga Klambu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.