Diduga Penipuan, Seminar Haji Murah di Yogyakarta Dibubarkan Polisi dan Kemenag

Kompas.com - 12/03/2020, 17:16 WIB
Bidang PHU Kanwil Kemenag DIY bekerja sama dengan Ditintelkam Polda DIY membubarkan seminar berkedok pendaftaran haji murah pada Rabu (11/3/2020). Bidang PHU Kanwil Kemenag DIY bekerja sama dengan Ditintelkam Polda DIY membubarkan seminar berkedok pendaftaran haji murah pada Rabu (11/3/2020).

KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda DIY membubarkan seminar pendaftaran haji murah pada Rabu (11/3/2020).

Acara itu digelar oleh satu pihak yang mengaku sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berkantor di Bekasi dan tidak memiliki cabang di DIY.

Dengan iming-iming menyetor uang senilai Rp 2,5 juta, calon jemaah dijanjikan bakal mendapat porsi haji dengan skema yang disepakati.

Baca juga: Ustaz Yusuf Mansur Diperiksa Terkait Kasus Penipuan Perumahan Berkedok Syariah

Seminar dengan tema "Solusi Cepat Tepat Mendapat Porsi Haji" tersebut dianggap telah melanggar sejumlah regulasi terkait penyelenggaraan haji dan umrah.

Kepala Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Bidang PHU Silvia Rosetti mengatakan, selain merekrut jemaah haji reguler, PPIU tersebut juga menerima sejumlah uang dari calon jemaah dengan menjanjikan mendapat nomor porsi haji reguler.

Padahal, kewenangan itu seharusnya berada di tangan Bank Penerima Setoran (BPS) dan Kemenag.

“Selain izin yang bermasalah, PPIU tersebut seharusnya tidak boleh menerima pendaftaran haji,” kata Silvi dalam rilis yang diterima, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Ratusan Korban Penipuan Perumahan Syariah di Bogor Tuntut Pengembalian Uang

Sementara itu, Kepala Seksi Transportasi, Perlengkapan, dan Akomodasi Haji Reguler Akhmad Darwis menyatakan, pembubaran kegiatan itu dilakukan setelah Kemenag mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan adanya kegiatan seminar tentang haji.

“Sebelumnya, pihak penyelenggara juga melakukan promosi di salah satu stasiun televisi, dan ada masyarakat yang mencurigai karena dianggap tidak wajar,” jelas Darwis.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Regional
Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Regional
Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X