Saling Lempar Izin, Forrest Galante Belum Bisa Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Kompas.com - 12/03/2020, 15:00 WIB
Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya sejak tahun 2016 tersebut. AFP PHOTO/ARFASeekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya sejak tahun 2016 tersebut.

KOMPAS.com- Meski telah mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan, Forrest Galante belum bisa melakukan penyelamatan terhadap buaya berkalung ban.

Aksi pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animal Planet itu masih terganjal izin lainnya dari otoritas setempat.

Padahal, Forrest telah menyiapkan alat dan metode yang bervariasi.

Forrest yang kurang lebih tiga hari berada di Indonesia masih harus menunggu.

Baca juga: Coba Tangkap Buaya Berkalung Ban, Forrest Galante Punya Banyak Metode

Saling lempar

Foresst Galante dan tim Discovery Channel siap lakukan upaya melepaskan ban di leher buaya Sungai Palu, Selasa (10/3/2020).KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATI Foresst Galante dan tim Discovery Channel siap lakukan upaya melepaskan ban di leher buaya Sungai Palu, Selasa (10/3/2020).
Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar mengatakan pihaknya perlu berkonsultasi dengan gubernur untuk memberikan izin.

"Kalau hanya untuk observasi silakan, tapi kalau untuk turun ke sungai, belum. Saya harus konsultasi, koordinasi dengan pak gubernur dulu," kata Hasmuni.

Namun, ketika dikonfirmasi, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola justru mengatakan, kewenangan itu ada pada BKSDA.

"Memang saya yang perintahkan untuk segera melepaskan ban di leher buaya itu waktu itu. Nah, sedangkan urusan binatang atau reptilia tersebut adalah kewenangan BKSDA," kata Longki.

Baca juga: Fakta 32 Buaya Ditangkar di Belakang Rumah, Makan Ayam Warga, Kandang Dekat Lokasi Anak-anak Bermain

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X