Tekan Penyebaran DBD di Sikka, Bupati Lantik 100 Petugas Sampah

Kompas.com - 12/03/2020, 14:26 WIB
Seorang anak berjalan di atas tumpukan sampah di perkampungan nelayan Wuring, Kelurahan Wolomarag, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (12/3). (Foto : Antara/Kornelis Kaha). Antara/Kornelis KahaSeorang anak berjalan di atas tumpukan sampah di perkampungan nelayan Wuring, Kelurahan Wolomarag, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (12/3). (Foto : Antara/Kornelis Kaha).

MAUMERE, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), merekrut 100 tenaga kerja sukarela untuk membersihkan sampah di Kota Maumere.

Sampah diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka.

"Semalam kami baru lantik 100 tenaga kerja sukarela yang tugas mereka adalah membersihkan sampah-sampah yang ada di kota ini," kata Bupati Fransiskus Roberto Diogo di Maumere, Kabupaten Sikka seperti dilansir Antara, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Terus Bertambah, 3.109 Penderita dan 37 Meninggal karena DBD di NTT

Roberto telah melakukan berbagai cara menekan angka penderita DBD di Kabupaten Sikka. Salah satunya, dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Tapi, angka penderita DBD di Kabupaten Sikka tak kunjung turun. Kabupaten Sikka juga telah tiga kali memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Rekrutmen 100 tenaga kerja sukarela ini diharapkan efektif menurunkan angka penderita DBD.

Ia memastikan, tenaga kerja sukarela tak hanya dimiliki kecamatan Maumere sebagai ibu kota Kabupaten Sikka. 

Pemkab Sikka akan melantik tenaga kerja sukarela di kecamatan lainnya.

"Para tenaga kerja sukarela itu akan bekerja selama satu bulan penuh dan tetap akan dibayar dengan menggunakan APBD," tambah dia.

Tenaga kerja sukarela itu akan mendapatkan honor sebanyak Rp 700.000 per bulan. Pendapatan itu di luar uang makan yang diberikan Rp 75.000 per hari.

Halaman:


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X