Kompas.com - 12/03/2020, 13:37 WIB
Beberapa cairan hand sinitizer yang dibuat laboratorium fakultas farmasi Unhas, Kamis (12/3/2020). Dok Humas UnhasBeberapa cairan hand sinitizer yang dibuat laboratorium fakultas farmasi Unhas, Kamis (12/3/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) memproduksi sendiri cairan pembersih tangan atau hand sanitizer yang siap digunakan oleh seluruh kalangan civitas akademika dan tamunya.

Dekan Fakultas Farmasi Unhas Subehan mengatakan pembuatan hand sanitizer ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam upaya penanggulangan penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Subehan menuturkan, ide pembuatan ini sudah ada sejak setahun yang lalu.

Baca juga: Cegah Corona, Kemendikbud: Dana BOS Bisa Dipakai Beli Hand Sanitizer

Setelah melalui proses riset, bahan yang digunakan sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

"Setelah kasus Covid-19 mulai merebak, kami kemudian mempercepat proses penyempurnaan. Ini menjadi momen memperkenalkan hasil karya, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial kita," ujar Subehan kepada wartawan.

Hand sanitizer ini sudah melalui tahap uji coba sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Saat ini cairan tersebut belum diedarkan ke masyarakat luas mengingat belum memiliki izin edar dari pemerintah.

Namun, Subehan siap membagikan cairan bila dibutuhkan masyarakat.

"Kita belum bagi ke masyarakat, mengingat kondisi di mana ada beberapa kalangan menimbun produk seperti ini. Kita khawatirkan ada yang mengumpulkan kemudian mengkomersilkan secara pribadi," ujar Subehan.

Baca juga: Bahan Dasar Sirih, Ini Inovasi Hand Sanitizer Teknologi Nano Dosen UGM

Mengingat kelangkaan hand sinitizer saat ini, Fakultas Farmasi Unhas bisa memproduksi dalam jumlah yang banyak bila kebutuhan meningkat.

Cairan ini sendiri bakal disediakan di gedung rektorat, gedung fakultas dan unit kerja Unhas serta di tempat pelaksanaan wisuda periode III pada 17-18 Maret 2020 mendatang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X