Kompas.com - 11/03/2020, 17:21 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menggunakan alokasi dana tak terduga sebesar Rp 25 miliar dalam program penanganan virus corona di Jabar.

Ia mengaku sudah meminta izin kepada DPRD Jawa Barat soal penggunaan dana tersebut.

"Kita gunakan anggaran kesehatan normal, di kota kabupaten sudah ada. Ada untuk emergensi kita ada Rp 25 miliar ya dana tak terduga, yang sudah dikonsultasikan dengan dewan," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: Tangani Suspect Corona, Petugas Pakai Jas Hujan Plastik dan Sepatu Bot

Emil menjelaskan, dana tersebut akan dibelanjakan, salah satunya untuk alat perlindungan diri (APD) para tenaga medis di rumah sakit yang ketersediaannya masih terbatas.

"Dimaksimalkan untuk dibelanjakan perlalatan hadapi covid-19. Sesuai permintaan, sebagian besar alat pengaman dan respirator," ujar Emil.

Emil mengatakan, jika dirasa masih kurang, dana penanganan Covid-19 akan ditambah di anggaran perubahan pada pertengahan tahun ini.

Emil mengatakan, dia akan meminta tambahan anggaran kepada pemerintah pusat apabila anggaran yang ada tidak cukup.

"Jabar kalau enggak butuh, enggak minta dulu. Kecuali kalau kepepet. Sekarang belum kepepet untuk minta ke Kementerian Kesehatan," kata Emil.

Baca juga: Curhat Pasien yang Diduga Corona, Surat Dokter Bocor hingga Dirujuk Naik Becak

Seperti diberitakan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona di Jawa Barat terus bertambah.

Sejumlah rumah sakit di Jabar pun mulai kesulitan menangani para pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, dari 52 rumah sakit umum daerah di Jawa Barat, hanya beberapa saja yang memiliki ruang penanganan serta peralatan memadai.

"Saat ini dengan kondisi yang ada, di 52 RSUD di Jabar, rata-rata ruang isolasinya belum memenuhi persyaratan. Ada yang punya ventilator, tapi tidak punya tekanan udara negatif, ada yang punya tekanan udara negatif tapi tidak punya alat monitor pasien yang lengkap," kata Berli.

Baca juga: Fakta Pemkot Tasikmalaya Borong 100 Jas Hujan, Harga Rp 10.000 untuk Tim Medis Corona

Salah satu dampaknya, sejumlah pasien di daerah terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Sementara, kapasitas di RSHS juga sangat terbatas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.