Agar Karhutla Tak Meluas, Riau Gunakan Hujan Buatan

Kompas.com - 11/03/2020, 14:49 WIB
Presiden Jokowi meninjau Pesawat C-130 Hercules milik TNI AU dari Skadron 31 Lanud Halim yang akan dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, di Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru. Pesawat Hercules C-130 Hercules ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sebagai pesawat pencipta  hujan buatan. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Jokowi meninjau Pesawat C-130 Hercules milik TNI AU dari Skadron 31 Lanud Halim yang akan dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, di Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru. Pesawat Hercules C-130 Hercules ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sebagai pesawat pencipta hujan buatan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC- BPPT) diterjunkan untuk melaksanakan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) melalui operasi  Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau.

Kepala BBTMC-BPPT Tri Handoko Seto mengatakan, dalam operasi ini tim TMC didukung oleh TNI AU.

Tim akan mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan guna pembasahan lahan-lahan gambut dan pengisian embung-embung penampungan air untuk mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas dan tidak terkendali.

"Pelaksanaan operasional TMC tahun ini merupakan salah satu tindakan pencegahan karhutla di Provinsi Riau. Berdasarkan historis fluktuatif jumlah titik hotspot meningkat pada Maret dan periode puncak pada Agustus hingga September 2020," ujar Tri Handoko Seto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: Cerita Nelayan Riau Selamat dari Terkaman Buaya Saat Menjala Udang

Menurut Seto, operasional TMC di Provinsi Riau tidak hanya bertujuan untuk mematikan titik api karhutla. Akan tetapi, TMC juga untuk menjaga kelembaban tanah gambut agar tidak sampai menjadi kering. 

Dia memaparkan, faktor kelembaban tanah gambut menjadi hal yang penting untuk terus dipantau secara kontinyu guna mengetahui tingkat kekeringan yang dapat menjadi sinyal kerawanan bencana karhutla di suatu wilayah. 

Strategi pelaksanaan TMC dapat lebih difokuskan untuk membasahi atau re-wetting area gambut yang dinilai mempunyai tingkat kekeringan yang perlu diwaspadai. 

"Dengan tetap terjaganya kelembaban tanah pada area lahan gambut, maka potensi terjadinya kebakaran di area lahan gambut akan semakin berkurang," papar Seto.

Baca juga: Negatif Corona, Satu Pasien di Riau Segera Dipulangkan

Kepala Bidang Penerapan TMC BBTMC Budi Harsoyo menambahkan, untuk membangun sistem monitoring di area lahan gambut, BBTMC telah mengembangkan Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut untuk Early Warning System Karhutla (SMOKIES) dengan menempatkan sejumlah instrumen ukur parameter cuaca dan hidrologi berupa Automatic Weather Station (AWS) dan Sensor Ultrasonik untuk pengukuran Tinggi Muka Air (TMA) lahan gambut.

"Kedua instrumen ini berfungsi untuk mengukur parameter cuaca dan TMA lahan gambut hingga kedalaman 1.5 meter dan datanya secara real time ditransmisikan ke server di BPPT setiap 1 jam," kata Budi.

Penempatan instrumen SMOKIES ini, sambung dia, perlu diperbanyak lokasi pengukurannya agar memberikan gambaran monitoring tinggi muka air lahan gambut yang representative di beberapa provinsi rawan karhutla.

Sementara itu, posko TMC Karhutla Riau dipusatkan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

Dalam operasi TMC, tim akan menggunakan pesawat TNI AU CASA 212 dari Skuadron 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Dan hari ini tim melaksanakan TMC di Riau.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan di Riau



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X