Pemkot Tasikmalaya Borong 100 Jas Hujan untuk Stok Tim Medis Corona

Kompas.com - 11/03/2020, 14:45 WIB
Jas hujan plastik dan sepatu bot digunakan tim medis corona karena persediaan APD khusus habis saat akan mengantar 3 OPD Corona di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020) lalu. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAJas hujan plastik dan sepatu bot digunakan tim medis corona karena persediaan APD khusus habis saat akan mengantar 3 OPD Corona di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020) lalu.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya telah memborong sebanyak 100 jas hujan plastik untuk stok tim medis penanganan Covid-19 akibat virus corona selama ini.

Jas hujan plastik yang dipakai alat pelindung diri (APD) tersebut digunakan oleh tim yang mengantar pasien rujukan dengan mobil ambulan.

Pihaknya mengakui langkah itu akibat masih minimnya bantuan APD khusus dari Kementerian Kesehatan ke RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya.

"Ya, kemarin memang itu yang dipakai petugas kita jas hujan biasa. Itu dipakai untuk mengantarkan orang dalam pemantauan (ODP) yang dikirim ke Cirebon. Kita borong jas hujan plastik di toko yang harganya Rp 10.000 per buah. Kota beli kemarin satu juta untuk 100 jas hujan plastik itu," jelas Uu kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

Pemakaian jas hujan dan sepatu bot oleh tim medis pengantar 3 OPD Corona di RSUD Soekardjo ke Cirebon kemarin terpaksa dilakukan karena darurat.

Baca juga: Tangani Suspect Corona, Petugas Pakai Jas Hujan Plastik dan Sepatu Bot

Selama ini persediaan APD terbatas dan diprioritaskan untuk dipakai jika ada pasien dalam perawatan (PDP) nantinya.

"Karena kan APD sekali pakai, kegiatan kita terbatas, jadi beli jas hujan kemarin. Tapi, memang kalau secara SOP medis pemakaian jas hujan memang tak boleh," ujarnya.

Kondisi saat pemakaian jas hujan plastik itu, lanjut Uus, persediaan APD khsusus corona di rumah sakit itu telah habis.

Namun, pihaknya pun saat ini telah mendapatkan kiriman lagi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sebanyak 10 buah APD.

"Saat kemarin memang APD habis. Saat ini ada tapi minim. Paling ada sekitar 10 pics APD itu dan tersebar di beberapa rumah sakit di Tasik," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Tim Medis RSUD Tasikmalaya Pakai Jas Hujan Plastik Saat Tangani Pasien Suspect Corona

 

Selain jas hujan plastik, sepatu bot banjir dipakai

Aneh, tim petugas medis penanggulangan virus corona memakai jas hujan plastik biru muda dilengkapi sepatu bot warna hijau saat mengantar 1 WNA Filipina dan 2 WNI dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Aneh, tim petugas medis penanggulangan virus corona memakai jas hujan plastik biru muda dilengkapi sepatu bot warna hijau saat mengantar 1 WNA Filipina dan 2 WNI dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon, Sabtu (7/3/2020).
Uus menambahkan, selain menggunakan jas hujan saat itu pun tim medis memakai sepatu bot biasa untuk ke kebun atau ke lokasi banjir.

"Yang pasti APD itu akan dipakai jika ada PDP. Alhamdulillah, hingga hari ini di kita tak ada PDP. Awalnya ada 9 ODP, tapi sekarang yang tersisa hanya 7 ODP di Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim medis khusus penanganan Covid-19 RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya terlihat memakai seragam tak biasa yakni jas hujan plastik saat menangani 1 WNA Filipina dan 2 WNI diduga suspect corona pada Sabtu 7 Maret 2020 kemarin.

Para petugas berbaju jas hujan plastik itu pun terlihat mengantar ketiga pasien di dalam ambulan saat dirujuk ke RSU Gunung Jati Cirebon Sabtu kemarin.

Berbeda dengan tim medis corona daerah lain yang memakai alat pelindung diri (APD) berstandar internasional, petugas di RSUD Soekardjo Tasikmalaya memakai APD jas hujan plastik berstandar pasar.

Baca juga: Tak Ada APD, Tim Pengantar Pasien Suspect Corona Asal Garut Terpaksa Pakai Jas Hujan

APD standar pasar

Hal itu dibenarkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, bahwa petugas yang menangani 3 orang diduga suspect corona di rumah sakit milik daerah itu memakai jas hujan plastik berwarna biru muda.

Soalnya, APD yang biasanya dipakai di ruang isolasi selama ini dipergunakan satu kali pakai dan persediaannya telah habis.

Sehingga, petugas medis pengantar rujukan tiga pasien itu terpaksa memakai jas hujan dan sepatu bot plastik laiknya alas kaki petani mau pergi ke sawah.

"Memang untuk alat pelindung diri yang ada di ruang isolasi khusus sangat minim. Mengingat jas tersebut dipergunakannya hanya satu kali. Karena keterbatasan itu, kemarin tim terpaksa harus membeli jas hujan yang sederhana dan sepatu bot. Kita sudah meminta bantuan ke Kementerian untuk pengadaan APD," jelas Budi kepada wartawan, Minggu (8/3/2020). 

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai Gunakan APD



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Regional
Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Regional
2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Regional
Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Regional
Setelah Terombang-ambing 12 Jam di Tengah Laut, 4 Nelayan Berhasil Diselamatkan, Ini Faktanya

Setelah Terombang-ambing 12 Jam di Tengah Laut, 4 Nelayan Berhasil Diselamatkan, Ini Faktanya

Regional
AirNav Bertukar Data Penerbangan dengan Filipina, Apa Manfaatnya?

AirNav Bertukar Data Penerbangan dengan Filipina, Apa Manfaatnya?

Regional
4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

Regional
15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X