Pemkot Tasikmalaya Borong 100 Jas Hujan untuk Stok Tim Medis Corona

Kompas.com - 11/03/2020, 14:45 WIB
Aneh, tim petugas medis penanggulangan virus corona memakai jas hujan plastik biru muda dilengkapi sepatu bot warna hijau saat mengantar 1 WNA Filipina dan 2 WNI dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon, Sabtu (7/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAAneh, tim petugas medis penanggulangan virus corona memakai jas hujan plastik biru muda dilengkapi sepatu bot warna hijau saat mengantar 1 WNA Filipina dan 2 WNI dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon, Sabtu (7/3/2020).

 

Selain jas hujan plastik, sepatu bot banjir dipakai

Uus menambahkan, selain menggunakan jas hujan saat itu pun tim medis memakai sepatu bot biasa untuk ke kebun atau ke lokasi banjir.

"Yang pasti APD itu akan dipakai jika ada PDP. Alhamdulillah, hingga hari ini di kita tak ada PDP. Awalnya ada 9 ODP, tapi sekarang yang tersisa hanya 7 ODP di Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim medis khusus penanganan Covid-19 RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya terlihat memakai seragam tak biasa yakni jas hujan plastik saat menangani 1 WNA Filipina dan 2 WNI diduga suspect corona pada Sabtu 7 Maret 2020 kemarin.

Para petugas berbaju jas hujan plastik itu pun terlihat mengantar ketiga pasien di dalam ambulan saat dirujuk ke RSU Gunung Jati Cirebon Sabtu kemarin.

Berbeda dengan tim medis corona daerah lain yang memakai alat pelindung diri (APD) berstandar internasional, petugas di RSUD Soekardjo Tasikmalaya memakai APD jas hujan plastik berstandar pasar.

Baca juga: Tak Ada APD, Tim Pengantar Pasien Suspect Corona Asal Garut Terpaksa Pakai Jas Hujan

APD standar pasar

Hal itu dibenarkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, bahwa petugas yang menangani 3 orang diduga suspect corona di rumah sakit milik daerah itu memakai jas hujan plastik berwarna biru muda.

Soalnya, APD yang biasanya dipakai di ruang isolasi selama ini dipergunakan satu kali pakai dan persediaannya telah habis.

Sehingga, petugas medis pengantar rujukan tiga pasien itu terpaksa memakai jas hujan dan sepatu bot plastik laiknya alas kaki petani mau pergi ke sawah.

"Memang untuk alat pelindung diri yang ada di ruang isolasi khusus sangat minim. Mengingat jas tersebut dipergunakannya hanya satu kali. Karena keterbatasan itu, kemarin tim terpaksa harus membeli jas hujan yang sederhana dan sepatu bot. Kita sudah meminta bantuan ke Kementerian untuk pengadaan APD," jelas Budi kepada wartawan, Minggu (8/3/2020). 

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai Gunakan APD

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X