Fakta KLB DBD di Sikka, 14 Pasien Meninggal, Bupati Tuding Sampah Penyebabnya

Kompas.com - 11/03/2020, 14:15 WIB
Foto : Tangis pilu orangtua dan keluarga 2 anak di ruangan jenasah RSUD Tc. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (29/2/2020 KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Tangis pilu orangtua dan keluarga 2 anak di ruangan jenasah RSUD Tc. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (29/2/2020
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Jumlah pasien demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Sikka, NTT terus meningkat sejak Januari hingga Maret 200.

Hingga Selasa (10/3/2020) tercatat ada 1.190 kasus dan 14 pasien meninggal karena DBD di Kabupaten Sikka.

Di tahun 2020, Pemkab Sikka telah menetapkan empat kali status kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Terakhir, Kabupaten Sikka memperpanjang KLB DBD pada Kamis (4/3/2020) hingga 14 hari ke depan.

Baca juga: Selama Status KLB, Pasien DBD di Sikka Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

“Pemerintah memperpanjang masa KLB mulai hari ini sampai 14 hari ke depan. Status KLB ini sudah masuk tahap 4. Kami berharap, kasus DBD di Sikka ini akan segera berakir,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus, Kamis.

Jumlah penderita DBD di Sikka terbanyak di NTT.

Hingga Minggu (8/3/2020) tercatat 2.697 penderta DBD yang tersebar di 20 kabupaten dan kota di NTT.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan NTT Erlina R Salmun, di NTT hanya Kabupaten Sumba Tengah yang bebas DBD.

Baca juga: Menkes: Kita Sudah Kerja Keras, 13 Pasien DBD di Sikka Meninggal karena Kehendak Tuhan

Bupati Sikka tuding sampah jadi penyebabnya

Ilustrasi sampah plastik dan seekor penyu yang matinevodka Ilustrasi sampah plastik dan seekor penyu yang mati
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengatakan penyebab tingginya kasus DBD di daerahnya adalah banyaknya sampah.

Ia mengaku penanganan sampah di Sikka lemah sehingga banyak sampah botol, gelas plastik menampung air dan menjadi berkembangnya nyamuk.

"Persoalan kita adalah kebersihan. Kalau lebih ekstrem orang bilang jorok. Kita lihat saja sampah masih berserakan di mana-mana," ungkap Roberto, kepada awak media, Senin (9/3/2020).

Baca juga: DBD di Sikka terus Meningkat, Sampah Jadi Penyebab

Ia menjelaskan masalah samlah tak tertangani dengan baik karena petugas kebersihan masih kurang.

"Jadi, gerakan pemberantas sarang nyamuk (PSN) massal, selain memberantas sarang nyamuk, ini juga momentum kita melakukan pembenahan," ungkap Roberto.

Pada Senin (9/3/2020) hingga 14 hari ke depan, Roberto telah menginstruksikan seluruh pihak melaksanakn gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara massal.

Baca juga: KLB Deman Berdarah Dengue, 1.145 Orang Dirawat, Petugas Medis di Kabupaten Sikka Ditambah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghilang Setahun, Seorang Pria Dilaporkan Mertua Saat Hendak Temui Anak Istrinya

Menghilang Setahun, Seorang Pria Dilaporkan Mertua Saat Hendak Temui Anak Istrinya

Regional
2.094 Tenaga Kesehatan di Manado dan Tomohon Sudah Divaksin Covid-19

2.094 Tenaga Kesehatan di Manado dan Tomohon Sudah Divaksin Covid-19

Regional
Ridwan Kamil Gagas Pasar Terapung di Green Canyon Pangandaran

Ridwan Kamil Gagas Pasar Terapung di Green Canyon Pangandaran

Regional
Kewajiban Berjilbab di Sekolah Negeri Dinilai Bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika

Kewajiban Berjilbab di Sekolah Negeri Dinilai Bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika

Regional
Salatiga Terima 4.960 Dosis Vaksin Covid-19, 2.480 Nakes Disuntik Besok

Salatiga Terima 4.960 Dosis Vaksin Covid-19, 2.480 Nakes Disuntik Besok

Regional
Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Histeris hingga Hentakkan Kaki Saat Disuntik, Awaludin: Bukan karena Takut Vaksin

Regional
2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

2 Remaja Kembalikan Dus Minuman dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Ini Bukan Hak Saya

Regional
Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Kesal Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Pria Ini Bunuh Istrinya

Regional
Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Wabup Kebumen Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Besok

Regional
Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Regional
Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Regional
Warga Sempat Dengar Teriakan 'Ya Allah' Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Warga Sempat Dengar Teriakan "Ya Allah" Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Regional
Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Regional
Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Regional
Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X