Raja dan Ratu Belanda Batal Berkunjung ke Kalimantan Tengah

Kompas.com - 11/03/2020, 12:25 WIB
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima memberikan penghormatan setelah menaruh karangan bunga di Taman permakaman korban perang di Ereveld Menteng Pulo, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2020). Raja Willem-Alexander didampingi Ratu Maxima, tiga menteri, dan hampir 200 pengusaha ke Indonesia bertujuan untuk membahas kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGRaja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima memberikan penghormatan setelah menaruh karangan bunga di Taman permakaman korban perang di Ereveld Menteng Pulo, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2020). Raja Willem-Alexander didampingi Ratu Maxima, tiga menteri, dan hampir 200 pengusaha ke Indonesia bertujuan untuk membahas kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

PALANGKARAYA, KOMPAS.com- Rencana kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah dibatalkan.

Semula Raja Willem dan Ratu Maxima dijadwalkan mengunjungi Kalimantan Tengah dalam rangkaian kunjungan mereka di Indonesia.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan, pembatalan dilakukan setelah adanya kecelakaan yang melibatkan perahu rombongan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Sungai Sebangau.

"Rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng dibatalkan karena kita sedang berduka dengan meninggalnya para abdi negara," kata Sugianto Sabran di Palangkaraya, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Raja Belanda Datang ke Indonesia, Ini Tempat Wisata yang Dikunjungi

Pembatalan itu, disebut Sugianto, sudah dibahas dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat melayat ke rumah petugas Taman Nasional Sebangau yang jadi korban kecelakaan di Sungai Sebangau.

Sugianto juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait pembatalan kunjungan Raja dan Ratu Belanda.

Kerajaan Belanda juga telah menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi.

"Kami yang menyampaikan ke sana bahwa kondisinya sedang berduka. Jangan cari pihak mana yang membatalkan, bahwa keadaannya sedang berduka dan sudah terjadi," tegas Sugianto.

"Mengenai rencana penjadwalan ulang, mudah-mudahan mereka bisa menjadwalkan ulang untuk berkunjung ke Kalteng," sambungnya.

Baca juga: Cerita Sejarawan UGM yang Ikut Verifikasi Keris Pangeran Diponegoro di Belanda

Pada Senin (9/3/2020) terjadi kecelakaan yang melibatkan perahu rombongan Paspampres dan perahu milik Taman Nasional Sebangau.

Rombongan Paspampres berada di Sungai Sebangau untuk mempersiapkan pengamanan kunjungan Raja dan Ratu Belanda.

Dari 27 orang penumpang dua perahu itu, tujuh di antaranya tewas. Termasuk Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Regional
'Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien'

"Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien"

Regional
Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Regional
Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Regional
Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Regional
Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Regional
Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai 'Herd Immunity' Covid-19

Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai "Herd Immunity" Covid-19

Regional
Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Regional
Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Regional
Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siap Hadapi Hal Terburuk soal Covid-19

Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siap Hadapi Hal Terburuk soal Covid-19

Regional
Setelau Hujan Es, Kini Terjadi Fenomena Waterspout di Bali

Setelau Hujan Es, Kini Terjadi Fenomena Waterspout di Bali

Regional
Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot karena Membelot di Pilkada Riau

Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot karena Membelot di Pilkada Riau

Regional
Aktivis dan Lembaga Pers Kritik soal Kebebasan Berpendapat di Lampung

Aktivis dan Lembaga Pers Kritik soal Kebebasan Berpendapat di Lampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X