Curhat Pasien yang Diduga Corona, Surat Dokter Bocor hingga Dirujuk Naik Becak

Kompas.com - 11/03/2020, 06:50 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com - Z (37) warga Silandit, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Sumatera Utara, mendatangi Kantor Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Burangir, Kota Padang Sidempuan, Senin (9/3/2020).

Dia datang untuk meminta bantuan.

Z mengaku keberatan atas perlakuan pihak RSUD hingga Dinas Kesehatan Kota Padang Sidempuan.

Pasalnya, identitasnya viral setelah surat dokter yang merujuknya malah viral di media sosial.

Sementara, surat rujukan itu berisi keterangan bahwa dia diduga terjangkit virus corona.

Ada juga pernyataan Kepala Dinas Kesehatan yang menyebut identitasnya sebagai pasien yang diduga mengidap Covid-19 yang menyebar di media sosial.

Perlakuan yang aneh

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, Z mengatakan, saat dia dirujuk ke RSUD Kota Padang Sidempuan, wanita yang bekerja di perusahaan swasta ini tidak mendapat perlakuan layaknya pasien khusus.

Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2020), dia pergi berobat ke salah satu dokter praktik umum di dekat kediamannya.

Kepada dokter, Z mengeluh merasakan panas di bagian dadanya dan menceritakan bahwa ia juga berpergian ke Singapura pada 27 Januari 2020, selama satu hari.

Kemudian, oleh dokter dengan ditemani satu perawat dan keluarganya, Z dirujuk ke RSUD Kota Padang Sidempuan.

Dengan membawa surat rujukan yang kemudian viral di media sosial tersebut, Z mendatangi Instalasi Gawa Darurat (IGD) rumah sakit.

Sampai di IGD, Z diterima petugas medis yang membaca surat rujukannya.

Anehnya, menurut Z, setelah petugas membaca suratnya, dia tidak mendapat pemeriksaan apapun.

Bahkan, Z disuruh untuk melakukan rontgen ke rumah sakit berbeda, dengan alasan alat rontgen di RSUD sedang rusak.

Padahal, RSUD tersebut menjadi salah satu rujukan untuk penanganan Covid-19.

Dirujuk naik becak

Kemudian, yang lebih menyedihkan, menurut Z, dia tidak mendapat pendampingan petugas medis saat dirujuk ke rumah sakit lain.

Hasilnya, Z bersama saudaranya pergi dan pulang kembali menggunakan kendaraan becak motor.

"Lalu saya dirujuk ke Rumah Sakit Metta Medika. Di sana (RSUD) saya tak dilayani secara khusus. Bahkan, saya pergi untuk rontgen menggunakan becak motor ditemani saudara saya, tanpa didampingi langsung petugas medis," ungkap Zainap dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Setelah selesai rontgen di rumah sakit lain, Z kembali ke RSUD dan menyerahkan hasil foto rontgennya kepada petugas.

Namun, Z langsung dimasukan ke dalam sebuah ruang kosong yang mirip gudang.

Di dalam ruangan itu, Z mendapat keterangan bahwa ia akan dirujuk ke RS Haji Adam Malik di Medan.

Kemudian petugas memeriksa dadanya dan memasang infus di bagian tangannya.

Selanjutnya, Z dibawa menggunakan mobil Dinas Kesehatan ke Medan.

Kemudian, pada Rabu pagi, Z tiba di RS Haji Adam Malik dan langsung diperiksa.

"Ada beberapa dokter yang memeriksa saya, pelayanannya bagus sekali. Berbeda jauh dengan pelayanan yang saya alami di RSUD Kota Padang Sidempuan," kata Z.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter memberitahukan bahwa Z tidak ada dugaan yang mengarah ke Covid-19.

Bahkan, dia langsung diperbolehkan pulang.

Dijauhi orang sekitar

Namun, saat kembali dan tiba di Padang Sidempuan, Z merasakan hal yang tidak biasa.

Kondisi di sekitar lingkungan rumahnya sepi.

Bahkan banyak warga yang seperti menjauhi dirinya.

Z kemudian mendapat kabar dari rekan dan saudaranya bahwa informasi mengenai dirinya yang menjadi suspect Corona sudah viral di media sosial.

Bahkan ada beberapa akun Facebook dan Instagram yang mengunggah langsung surat rujukan dokter dan video berisi keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sidempuan yang menyebut identitasnya.

"Atas dasar itu, saya merasa sangat dirugikan dan keberatan. Saya ingin kepada pihak RSUD, Dinas Kesehatan, serta pemilik akun yang ikut menyebarkan isi surat dan video itu meminta maaf," kata Z.

Komentar pihak RSUD

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Padang Sidempuan Tetty Rumondang tidak memberikan keterangan secara jelas.

Ia pun tidak memberikan bantahan apapun terkait keluhan yang disampaikan Z.

Tetty malah mengomentari pelayanan di rumah sakit lain, yakni di RSUP Adam Malik.

"Tentu sudah, kan penanganan di Adam Malik (RSUP Adam Malik) sesuai standar," kata Tetty saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X