Fakta Remaja 16 Tahun Bunuh dan Perkosa Siswi 14 Tahun, Congkel Pintu Masuk ke Kamar

Kompas.com - 11/03/2020, 06:07 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Seorang ibu di Tanjung Balai histeris saat menemukan anak gadisnya, NMS (14) tewas di dalam kamar, Sabtu (7/3/2020) pagi.

Hari itu sang ibu beniat membangunkan anak gadisnya untuk sekolah. Ia curiga saat melihat tubuh anaknya tertutup sprei putih.

Saat dibuka, muka NMS lebam dan ada luka di lehernya. Ia menggunakan baju warna hitam tapi tak mengenakan celana dalam.

NMS kemudian dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Remaja 14 Tahun di Tanjung Balai Tewas Mengenaskan di Kamar, Polisi Sebut Korban Diperkosa dan Alami Penganiayaan Berat

Sang ibu syok karena malam sebelumnya, Jumat (6/3/2020), NMS masih sehat dan sempat mengantarkan sepeda motor ke rumah neneknya sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah itu ia kembali ke rumah pukul 20.00 WIB diantar incek-nya, Sahlan dan istrinya.

Pada pukul 21.00 WIB, NMS masih nonton televisi bersama ibu dan ayahnya di ruang tamu. Sekitar pukul 22.00 WIB, sang ayah membetulkan kipas angin, lalu NMS pun beranjak masuk ke kamar untuk tidur.

Sementara ayah dan ibunya menonton televisi sampai jam 02.00 WIB dan tidur di ruang tamu.

Baca juga: Pembunuh Remaja 14 Tahun di Tanjung Balai adalah Tetangga Sendiri, Pelaku Mengaku Niat Memerkosa Timbul Tiba-tiba

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Regional
Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Regional
Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Regional
Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X