KLHK Gugat 4 Perusahaan Pembakar Lahan Senilai Rp 575 Miliar

Kompas.com - 10/03/2020, 18:23 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Shutterstock.comIlustrasi kebakaran hutan dan lahan

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak empat perusahaan digugat secara perdata oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK).

Keempat perusahaan tersebut diduga melakukan pembakaran lahan hingga menyebabkan bencana kabut asap pada 2019 lalu.

Empat perusahaan yang digugat tersebut yakni PT BMH, PT WAJ, PT RAJ dan PT WA.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan di Riau

Seluruh perusahaan tersebut digugat untuk memberikan ganti rugi sebesar Rp 575 miliar.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, dari empat perusahaan yang dilayangkan gugatan itu, satu di antaranya masih dalam proses pengadilan.

Sementara, tiga lainnya telah divonis bersalah dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Baca juga: Dijanjikan Jadi Dosen Unila, Warga Lampung Tengah Tertipu Rp 225 Juta

Namun, tiga dari perusahaan yang inkrah, baru satu yang membayar ganti rugi kepada negara sebesar Rp 78,5 miliar.

"PT BMH langsung membayar di tahun 2019 sebesar Rp 78,5 miliar setelah inkrah. Sisanya sampai sekarang belum membayar," kata Rasio di Palembang, Selasa (10/3/2020).

Rasio menerangkan, seluruh perusahaan bertanggung jawab penuh untuk menjaga wilayah mereka masing-masing, agar tidak terbakar selama memasuki kemarau.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekeringan, Warga Paranggupito Wonogiri Jual Emas dan Ternak untuk Beli Air Bersih

Kekeringan, Warga Paranggupito Wonogiri Jual Emas dan Ternak untuk Beli Air Bersih

Regional
Kapolda Sulteng soal Petani Diduga Dibunuh MIT di Poso: Itu Sangat Keji

Kapolda Sulteng soal Petani Diduga Dibunuh MIT di Poso: Itu Sangat Keji

Regional
Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung Masih Dibuka

Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung Masih Dibuka

Regional
Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Regional
Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X