Mahasiswa Unhas Demo Tolak Omnibus Law, Jalan Depan Kampus Ditutup

Kompas.com - 10/03/2020, 17:31 WIB
Mahasiswa dari Aliansi Unhas Bersatu saat aksi unjuk rasa di depanc pintu 1 Unhas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (10/3/20280). KOMPAS.COM/HIMAWANMahasiswa dari Aliansi Unhas Bersatu saat aksi unjuk rasa di depanc pintu 1 Unhas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (10/3/20280).

MAKASSAR, KOMPAS.com- Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin ( Unhas) Makassar menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Demonstrasi berlangsung di depan pintu 1 Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (10/3/2020).

Massa aksi yang menyebut dirinya Aliansi Unhas Bersatu berkumpul dan menutup kedua ruas Jalan Perintis Kemerdekaan hingga membuat kemacetan sepanjang jalan ini.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja Bukan untuk Kepentingan China

Polisi yang berjaga di sekitar lokasi aksi harus melakukan rekayasa lalu lintas.

Jenderal lapangan Aliansi Unhas Bersatu, Riska, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah karena keluarnya RUU Cipta Kerja yang dianggap tidak memihak rakyat kecil.

"Jadi kebijakan yang diciptakan ini hanya untuk membuka jalan investasi asing masuk ke Indonesia," kata Riska yang juga mahasiswi Fakultas Kehutanan Unhas saat diwawancara di lokasi aksi, Selasa sore.

Riska juga menyebut undang-undang ini bakal merugikan kaum buruh di Indonesia.

"Banyak materi dari Omnibus Law yang nyatanya merugikan rakyat dan tidak ramah terhadap lingkungan. Kemudian hak-hak buruh di perusahaan itu dikebiri," imbuh mahasiswi angkatan 2016 ini.

Baca juga: Gejayan Memanggil Lagi, Elemen Masyarakat Yogya Tolak Omnibus Law

Selain mengkritisi isi Omnibus Law RUU Cipta Kerja, peserta aksi juga menyebut pembentukan RUU ini bertentangan dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Riska menyebut aksi hari ini merupakan aksi yang pertama yang dilakukan Aliansi Unhas Bersatu.

Aliansi ini masih akan kembali melakukan evaluasi untuk kembali aksi pada tanggal 23 Maret mendatang. 

Meski menutup jalan, aksi yang dilakukan bersama Aliansi Bara-baraya ini berlangsung damai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Regional
Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Regional
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Regional
Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Regional
Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Regional
Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Regional
Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X