Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Disodomi Buruh Pelabuhan, Pelajar SMK Ini Dibuat Mabuk

Kompas.com - 10/03/2020, 17:21 WIB
Robertus Belarminus

Editor

KUPANG, KOMPAS.com - Pelajar SMK di Kota Kupang berinisial JK (17) dipaksa menenggak minuman keras sebelum disodomi oleh buruh pelabuhan berinisial FX (20).

Kapolsek Alak, Kompol Gede Sucitra menuturkan kejadian bermula pada Senin (9/3/2020) malam.

Pelaku FX mengajak korban JK jalan-jalan ke tempat tinggal FX (rumah kakak kandung FX) di Tenau, Kelurahan Alak.

Di tempat tinggalnya, FX mengajak korban JK menikmati satu botol minuman keras.

Korban JK awalnya menolak, namun pelaku FX terus memaksa.

Baca juga: Sodomi Pelajar SMK, Seorang Buruh Pelabuhan Ditangkap Polisi

Setelah lima kali minum, korban JK mabuk dan menolak tawaran minuman.

Tapi, FX terus memaksa hingga korban JK mabuk dan tidak sadarkan diri.

Saat itulah, pelaku FX beraksi. Ia menanggalkan pakaian korban JK dan melakukan aksi sodomi.

Selasa (10/3/2020) subuh sekitar pukul 02.00 Wita, korban JK sadar dan mendapati dirinya dalam keadaan tanpa busana. Di sampingnya ada pelaku FX.

Korban JK menanyakan alasan ia tidak berpakaian dan dijawab pelaku kalau korban mabuk.

 

Namun, korban JK merasakan rasa perih dan sakit pada duburnya.

JK pun ke kamar mandi dan mendapati duburnya terluka.

Baca juga: Terbongkarnya Pemuka Agama Cabuli Jemaat Selama 17 Tahun karena Akan Memberkati Pernikahan Korban

JK akhirnya pulang ke rumah dan mengadukan kepada orangtua dan selanjutnya ke polisi di Polsek Alak.

Polisi kemudian mengamankan FX, lalu diperiksa penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Alak.

"Korban pun sudah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang," ujar Gede.

Pelaku FX, lanjut Gede, ditangkap polisi, Selasa (10/3/2020) subuh, di kediaman pelaku di Tenau, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com