Duduk Perkara Anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Dikeroyok 10 Orang, Berawal dari Ajakan Berduel hingga Korban Alami Babak Belur

Kompas.com - 10/03/2020, 14:48 WIB
Pengeroyokan. Tribunnews.comPengeroyokan.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - SM (23), anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, babak belur setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang pemuda, pada Sabtu (7/3/2020) dini hari.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, kasus tersebut bermula saat korban berusaha melerai temannya yang berkelahi dengan pelaku utama.

Namun, karena dianggap melindungi temannya itu, akhirnya pelaku justru tersinggung dan menantang korban untuk berduel satu lawan satu dengan taruhan uang Rp 200.000.

Mendapat tantangan itu, korban akhirnya menyanggupinya.

Baca juga: Anak Wakil Ketua DPRD Dikeroyok 10 Pemuda, meski Tumbang Tetap Ditendang Ramai-ramai

Namun, sebelum duel satu lawan satu terjadi, justru teman pelaku lainnya datang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami babak belur di sekujur tubuh.

Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengaku sudah mendapat laporan terkait kasus pengeroyokan itu.

Pihaknya, juga telah menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan korban.

Bahkan, saat ini polisi juga sudah menetapkan salah seorang pelaku berinisial D (23), sebagai tersangka kasus pengeroyokan tersebut.

"Hasil sementara kita sudah tetapkan tersangka berinisial D," jelasnya, Senin (9/3/2020).

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun, polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut dan rekan lainnya.

"Sekarang ini lagi proses penangkapan berinisial D. Pelaku lainnya pun sudah dikenali dan kasus ini masih dalam pengembangan," terangnya.

Dikeroyok 10 orang

Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Muslim, di kantornya.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Muslim, di kantornya.

Ayah korban yang juga wakil ketua DPRD sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Muslim mengatakan, saat kejadian itu anaknya berusaha mengantarkan temannya yang terlibat masalah dengan orang lain.

Karena ponselnya temannya itu selalu dihubungi terus menerus oleh pelaku yang ingin mengajak berkelahi, akhirnya mereka mengajak janjian pelaku tersebut untuk bertemu demi  menyelesaikan persoalan.

Korban dan temannya itu akhirnya mengajak pelaku bertemu di salah satu kantin depan Kampus Unsil Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya.

"Nah, saat pertemuan anak saya dan temannya sudah mengasih rokok dan makanan supaya perselisihan tak berlanjut. Namun, pelaku yang awalnya berjumlah 5 orang itu tetap maksa untuk berkelahi di tempat itu. Tiba-tiba anak saya dikeroyok oleh 5 orang lagi yang datang sengaja ke tempat itu. Total pelakunya 10 orang keroyok anak saya," jelas Muslim saat dimintai keterangan wartawan di kantornya, Senin pagi.

Baca juga: Fakta Lengkap Kecelakaan Speedboat Paspampres di Sungai Sebangau, 6 Tewas, Satu Di Antaranya Dandim Kuala Kapuas

Akibat pengeroyokan itu, korban dianiaya hingga tak berdaya.

Setelah pelaku pengeroyokan pergi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan melaporkannya kepada polisi.

"Pelakunya kebanyakan mahasiswa dan ada juga yang tak sekolah tamatan SMA. Para pelaku semuanya warga Kota Tasikmalaya, ada yang orang Mangkubumi, Cihideung dan lainnya," tambah Muslim.

Atas penganiayaan yang menimpa anaknya itu, pihaknya berharap polisi segera menangkap pelaku.

"Saya pribadi ingin supaya kasusnya dilanjut supaya ada pelajaran dan tak seenaknya berbuat kriminal di jalanan. Para pelaku pun ingin secepatnya ditangkap, diamankan dan mendapatkan hukuman yang setimpal," katanya.

Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor : Farid Assifa



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Regional
2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X