Saat Anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Dikeroyok, 4 Temannya Malah Diam Tak Menolong.....

Kompas.com - 10/03/2020, 14:22 WIB
SM (23), anak Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya sebagai korban pengeroyokan 10 orang gara-gara menolong temannya, Selasa (10/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASM (23), anak Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya sebagai korban pengeroyokan 10 orang gara-gara menolong temannya, Selasa (10/3/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Muslim mengatakan, dirinya menyesalkan saat anaknya dikeroyok oleh 10 orang itu tak ditolong oleh empat temannya yang salah satunya memiliki masalah dengan pelaku.

Keempat temannya itu malah ketakutan karena diancam para pelaku sambil menendang dan menginjak-injak korban yang sudah tersungkur di jalan.

"Ini lagi, teman-temannya yang satunya punya masalah dengan para pelaku kenapa tidak menolong. Eh, malah takut dan melihat anak saya yang dikeroyok dinjak-injak sambil ditendang di lokasi," jelas Muslim, sembari menunjuk keempat korban yang saat itu sedang menjenguk di rumahnya, Selasa (10/3/2020).

Muslim menambahkan, dirinya sengaja menanyakan kronologis kejadian sebenarnya seperti apa terhadap teman-teman korban.

Ternyata diketahui, para pelaku itu selama ini dikenali oleh salah seorang teman korban yang saat itu memiliki permasalahan pribadi sebagai pemicu pengeroyokan tersebut.

Baca juga: Saksi Pengeroyokan Anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya: Korban Dikeroyok 10 Orang Sampai Terkapar di Jalan

Pelaku tak ada hubungannya dengan korban

"Ternyata para pelaku itu dikenali, pelaku utama malah dulunya teman se-SMA dengan teman anak saya yang punya masalah. Kita tunggu saja sekarang hasil penyelidikan Kepolisian," tambah Muslim.

Muslim pun mengaku telah mendapatkan kabar bahwa para pelaku telah ditetapkan tersangka oleh Kepolisian.

Dirinya berharap kejadian yang menimpa anaknya ini bisa dijadikan efek jera kepada para pelaku kriminal di jalanan.

"Anak saya sobek dipukul oleh para pelaku yang memakai cincin batu akik. Beruntung anak saya tak dikeroyok oleh pelaku memakai alat atau senjata tajam," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, SM (23), anak wakil ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya korban pengeroyokan mengaku setelah tumbang tergeletak di jalan di tendang ramai-ramai oleh pelaku.

Baca juga: Detik-detik Anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Dikeroyok 10 Pemuda

 

Melerai teman, malah dikeroyok

Korban diketahui dikeroyok seusai melerai salah seorang temannya yang memiliki masalah pribadi dengan pelaku berinisial D.

Dirinya hanya bisa melindungi diri dengan cara menutup wajah dengan kedua tangannya saat badannya diinjak-injak dan ditendang oleh pelaku yang berjumlah 10 orang.

Terdapat luka sobek di bagian belakang kepala, dan sekujur tubuhnya mengalami memar bekas pukulan dan tendangan.

"Untung saja saat kejadian para pelaku tidak ada yang memakai alat. Anak saya tergelatak di jalan ditendang ramai-ramai. Kalau ada yang memukul pakai alat, sudah kebayang bagaimana kondisi anak saya sekarang," jelas ayah korban sekaligus pimpinan partai PDI-P Kota Tasikmalaya, Muslim, di rumahnya, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Anak Wakil Ketua DPRD Dikeroyok 10 Pemuda, meski Tumbang Tetap Ditendang Ramai-ramai

Diduga alami luka dalam

Saat ini dirinya memanggil tukang pijat untuk merelaksasi kondisi tubuh anaknya karena diduga mengalami luka dalam.

Jika selang beberapa hari anaknya terus mengeluh kesakitan, dirinya akan membawanya ke rumah sakit untuk CT-scan.

Sampai sekarang, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah menetapkan para pelaku pengeroyokan anak wakil ketua DPRD Kota Tasikmalaya asal PDI-P.

"Kita masih proses penangkapan," singkat Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro. 

Baca juga: Anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Dikeroyok demi Menangi Taruhan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X