Berkat Manajemen Sampah, Alumni ITB Menang Social Enterprise Bootcamp di Singapura

Kompas.com - 10/03/2020, 11:15 WIB
Alumnus MBA Institut Teknologi Bandung (ITB), Meydan Gusnisar (30 tahun) memenangkan Social Enterprise Bootcamp 2020 di Singapura. KOMPAS.com/RENI SUSANTIAlumnus MBA Institut Teknologi Bandung (ITB), Meydan Gusnisar (30 tahun) memenangkan Social Enterprise Bootcamp 2020 di Singapura.

BANDUNG, KOMPAS.com – Alumnus MBA Institut Teknologi Bandung (ITB), Meydam Gusnisar (30 tahun), membawa pulang hadiah 10.000 dollar Singapura setelah memenangkan Social Enterprise Bootcamp 2020 di Singapura.

“Jumlah keseluruhan peserta 200 orang. Dari jumlah itu, 15 lolos mengikuti Social Enterprise Bootcamp Singapura. Setelah mengikuti berbagai kegiatan, dari 15 itu dipilihlah dua, salah satunya saya,” ujar Meydam kepada Kompas.com di Bandung, Selasa (10/3/2020).

Meydam mengatakan, dirinya bisa memenangkan penghargaan itu berkat aktivitas kewirausahaan sosial di bidang persampahan yang ia dan beberapa orang temannya geluti beberapa tahun terakhir ini.

Model bisnis tersebut kemudian ia jadikan tesis dan mendapatkan banyak masukan dari pembimbing maupun penguji.

Tesis ini pula yang diikutsertakan dalam lomba Social Enterprise Bootcamp Singapura.

Baca juga: Cerita Ujang, Petani Milenial yang Stabilkan Harga Bawang hingga Dipanggil Jokowi ke Istana

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Waste4Change

Meydam menceritakan awal mula aktif di bidang persampahan. Berlatar belakang Teknik Lingkungan, ia dan beberapa orang temannya mendirikan Waste4Change berbasis kewirausahaan sosial.

Tagline yang diusung Waste4Change adalah “responsible waste management”. Sebab selama ini, urusan sampah hanya sekadar kumpul, angkut, kemudian buang ke tempat pembuangan akhir (TPA). 

Sistem ini, membuat TPA Leuwigajah longsor 2005 silam. Dalam kejadian itu, sebanyak 150 orang tewas tertimbun sampah.

Baca juga: Menggarap Potensi Energi Listrik dari Sampah Perkotaan

Berangkat dari kejadian tersebut dan pengetahuan di bidang Teknologi Lingkungan yang ia peroleh di Universitas Indonesia (UI), tim Meydam mulai mengedukasi costumernya di Bekasi untuk memilah sampah.

Sampah organik dibuang ke tong warna hijau, kertas warna biru, dan plastik warna orange. Sampah yang sudah terpilah, diangkut dengan cara terpilah juga.

Sampah kemudian dibawa ke Rumah Pemulihan Materi untuk diproses. Sampah yang bisa didaur ulang akan dibawa ke pabrik daur ulang. Sedangkan sampah yang sama sekali tidak bisa diolah akan dibuang ke TPA.

Baca juga: Pemkot Bekasi Teken MoU Smart City dengan Waste4Change soal Pengelolaan Sampah

 

Perusahaan besar jadi mitra, hingga dapat investor

Hingga suatu hari, timnya mendapatakan costumer untuk pertama kali, yakni Gedung Pertamina. Tak berselang lama, tim ini pun mendapatkan investor.

Waste4Change pun kita memiliki sejumlah mitra perusahaan multinasional untuk pengolahan sampahnya seperti Unilever, Ikea, Gojek, The Body Shop, dan lainnya.

Tak hanya itu, ia pun bekerjasama dengan developer perumahan untuk mengelola sampah perumahan tersebut.

Setelah diolah, pihaknya setiap akhir bulan menyerahkan laporan.

Isinya material sampah yang dikumpulkan, jumlah, serta tindakan yang dilakukan untuk sampah tersebut.

Namun semua proses itu tidaklah mudah. Terutama edukasi pada masyarakat.

Baca juga: NTB Manfaatkan Sampah untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Pernah dicuekin warga dan diusir saat edukasi sampah

Dalam empat tahun, baru 80 persen warga perumahan di Bekasi yang timnya pegang mau memilah sampahnya.

Sampah yang tidak dipilah, tidak akan diangkut.

“Mengedukasi ini bagian tersulit. Kita pernah dicuekin warga, diusir, tapi kita jalankan dengan semangat,” tutur pria lulusan SMAN 1 Cibinong ini menjelaskan.

Selain itu, di awal, karena keterbatasan dana, pihaknya tidak mampu mempekerjakan orang keuangan. Semua pekerjaan dilakukan berdasarkan link.

Hal itu pula yang membuatnya memutuskan untuk daftar LPDP dan memilih kuliah MBA. Di sini, ia belajar banyak tentang keuangan, strategi bisnis, marketing, dan lainnya.

Kini, sebanyak 15 ton sampah diangkut per hari. Adapun pekerja yang terlibat mencapai 150 orang. Terdiri dari 75 operator angkut dan 75 staf serta tim operasional.

“Kami membuat pengangkutan sampah berkelanjutan yang bertanggungjawab, sesuai dengan SDGs,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 31 Mei 1989.

Baca juga: Karena Keikhlasannya Bersihkan Sampah, Spiderman Parepare Dihadiahi Umrah Gratis

 

Kembangkan Lalat Hitam

Ilustrasi lalat1168097506 Ilustrasi lalat
Selain pengolahan sampah yang sudah berjalan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan lalat hitam. Lalat hitam ini akan memakan sampah organik yang dicacah.

Dalam sehari, lalat ini bisa mengonsumsi 700-800 kilogram sampah. Fase hidup lalat hitam 14 hari. Setelah mati, lalat ini bisa dijadikan pakan.

“Sampah organik ini paling sulit memang. Pupuk yang dihasilkan kurang diminati karena harganya lebih mahal dibanding pupuk pabrikan,” katanya.

Dengan metode lalat ini ada value lebih yang bisa dihasilkan. Karena di luar negeri banyak yang berminat dengan lalat hitam.

“Nanti kita akan jual juga lalatnya,” pungkasnya.

Baca juga: Komunitas Sampah Cantik Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.