Konflik Harimau dan Manusia di Aceh, Turun ke Permukiman dan Warga Takut Keluar Rumah

Kompas.com - 10/03/2020, 06:16 WIB
Sepanjang tahun 2020, sudah tercatat delapan kasus konflik harimau - manusia di wilayah Aceh. Arterra/GettySepanjang tahun 2020, sudah tercatat delapan kasus konflik harimau - manusia di wilayah Aceh.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Untuk pertama kali dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyelamatkan seekor harimau Sumatera yang kerap berkeliaran di wilayah permukiman warga dan memangsa ternak.

Sepanjang tahun 2020, sudah tercatat delapan kasus konflik antara harimau dan manusia di provinsi Aceh, angka yang tinggi dibandingkan sembilan kasus yang terekam sepanjang 2019.

Konflik harimau-manusia di Singgersing, dan Darul Makmur di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, sudah teridentifikasi sejak pertengahan Februari hingga saat ini.

Baca juga: BKSDA Aceh Tangkap Harimau Pemangsa Hewan Ternak Warga

Kamera jebakan merekam tiga ekor harimau yang terdiri dari satu induk dan dua pra dewasa.

"Kami sudah melakukan berbagai upaya dari patroli dan imbauan kepada masyarakat, namun harimau itu masih berkeliaran, satu di antaranya mengalami luka jerat di kaki bagian depan," kata Agus Arianto Kepala BKSDA Aceh Sabtu (7/3/2020).

Agus mengatakan, sampai saat ini masyarakat secara swadaya bersama dengan tim penyelamatan harimau masih berupaya menangkap dua harimau yang masih berkeliaran dekat permukiman warga dengan menggunakan perangkap kandang.

Baca juga: Harimau Sumatera Diduga Mangsa Sapi Warga, Kamera BBKSDA Hanya Temukan Babi Hutan

Satu di antaranya terluka di bagian kaki yang diduga karena jerat.

"Secara jujur kita mengatakan belum memiliki data (terbaru) jumlah harimau, namun data terakhir tahun 2015 (menunjukkan) sekitar 90 populasi harimau di wilayah konservasi," jelas Agus Arianto.

Agus menyatakan tim penyelamatan BKSDA berencana melepasliarkan satu harimau yang sudah berhasil ditangkap. Sebelum pelepasliaran, pihaknya masih mengecek kesehatan harimau tersebut.

"Kita masih berupaya untuk menangkap yang kakinya luka. Selain faktor alih fungsi lahan yang mengganggu habitat satwa, luka kaki ini juga bisa menjadi faktor harimau turun ke permukiman, karena pergerakan yang lambat, makanya mereka mencari makanan yang mudah dimangsa," terang Agus.

Baca juga: Harimau Sumatera Ditemukan Tewas Terjerat Kawat di Bengkulu

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Datang 100 orang dan Bawa Senjata Tajam, Direktur RS: Biarkan Saja...

Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Datang 100 orang dan Bawa Senjata Tajam, Direktur RS: Biarkan Saja...

Regional
Tak Masuk Zona Merah, Masjid di Gunungkidul Boleh Gelar Shalat Jumat

Tak Masuk Zona Merah, Masjid di Gunungkidul Boleh Gelar Shalat Jumat

Regional
Karena Masalah Asmara, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA Sampai Babak Belur

Karena Masalah Asmara, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA Sampai Babak Belur

Regional
Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Paleka Bebas dari Tahanan

Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Paleka Bebas dari Tahanan

Regional
Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Regional
Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Regional
Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Regional
Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Regional
La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

Regional
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Regional
20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Regional
Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Regional
Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X