Ganjar Terima Tawaran Eks ISIS Bantu Kampanyekan Deradikalisasi di Jateng

Kompas.com - 09/03/2020, 17:15 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan berbincang akrab dengan eks napiter dan WNI yang pernah tinggal di wilayah negara ISIS di Suriah di rumah dinasnya Puri Gedeh, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan berbincang akrab dengan eks napiter dan WNI yang pernah tinggal di wilayah negara ISIS di Suriah di rumah dinasnya Puri Gedeh, Senin (9/3/2020).

SEMARANG,KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima tawaran eks anggota ISIS dan eks narapidana terorisme untuk membantu mengkampanyekan program deradikalisasi yang digalakkan pemerintah Jateng.

Febri Ramdani, warga asal Depok, Jawa Barat bersama kedua orang eks narapidana terorisme (napiter) warga Semarang yakni Nur alias Hariyanto dan Badawi Rahman alias Yusril berkesempatan menyambangi rumah dinas Ganjar di Puri Gedeh Semarang, Senin (9/3/2020).

Ganjar pun berniat mengajak ketiganya berkeliling ke sekolah-sekolah di Jateng untuk mengedukasi tentang bahaya radikalisme.

"Nanti saya undang untuk berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah. Untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak muda tentang bahaya radikalisme," ucap Ganjar.

Baca juga: Satu PNS DKI Terancam Dipecat jika Terbukti Terpapar Radikalisme

Menurut Ganjar, cerita dan pengalaman orang-orang yang pernah terlibat gerakan radikalisme sangatlah penting.

Hal itu dapat berguna sebagai benteng untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam gerakan itu.

"Saya memang butuh banyak cerita, pengalaman dari orang-orang yang pernah terlibat. Dari cerita dan pengalaman itu, saya bisa mengerti metode yang mereka gunakan, cara mempengaruhi hingga apa yang harus dilakukan untuk menangkal," kata Ganjar.

Ganjar menyebut, selama ini dirinya memang selalu menggandeng para kombatan yang pernah terlibat gerakan radikalisme untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Saya memang ingin teman-teman ini membantu kami dalam upaya deradikalisasi. Sampaikan pada masyarakat, bahwa apa yang pernah dilakukan itu salah, dan masyarakat diberikan warning bagaimana paham-paham ini masuk dalam kehidupan mereka sehari-hari," tutupnya.

Baca juga: Hadiri Kuliah Umum di Unram, Wapres Bicara soal Radikalisme

Sementara itu, Febri melihat bahwa Ganjar selama ini sangat konsen terhadap upaya deradikalisasi. Upaya-upaya pencegahan paham radikal sangat kuat dilakukan di Jawa Tengah. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Terlantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Terlantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Regional
Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Regional
AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

Regional
'Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir'

"Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X