27 Nelayan Asing Asal Vietnam yang Ditangkap di Perairan Natuna Akan Dideportasi

Kompas.com - 09/03/2020, 16:18 WIB
Sebanyak 27 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam yang ditangkap Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan telah dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Pontianak, Kalimantan Barat. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASebanyak 27 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam yang ditangkap Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan telah dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Pontianak, Kalimantan Barat.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 27 nelayan asing berkewarganegaraan Vietnam yang ditangkap kapal patroli Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Perairan Natuna, 30 Desember 2019 lalu akan dideportasi ke negara asal.

"Sebanyak 27 warga Vietnam ini telah diserahkan PSDKP ke kantor Imigrasi Pontianak pada 3 Maret 2020 kemarin. Mereka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum proses deportasi," kata Kepala Kantor Imigrasi Pontianak Tatang Suheryadin kepada wartawan, Senin (9/3/2020).

Menurut dia, sesuai dengan hasil pemeriksaan, para nelayan asing itu mengaku tidak mengetahui sudah berada di wilayah perairan Indonesia, karena tugas mereka hanya menarik jaring dan memilih ikan.

"Keberadaan warga negara Vietnam di kapal perikanan diduga tidak menghormati, dan tidak menaati peraturan perundang-undangan dengan menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang sehingga mengancam keberlanjutan sumber daya laut Indonesia," terang Tatang.

Baca juga: Menteri Susi Tak Setuju Kapal Nelayan Asing Dilelang, Ini Alasannya

Sebanyak 27 nelayan asing itu dianggap melanggar Pasal 75 Ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam Undang-undang tersebut, petugas Imigrasi berwenang melakukan tindakan administrasi keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia, yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

"Sedangkan untuk alat angkut atau nakhoda kapal, saat ini masih diperiksa lebih lanjut di PSDKP Pontianak," ujar Tatang.

Kapal PSDKP sempat rusak

Diberitakan, armada kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap tiga kapal ikan berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Senin (30/12/2019) silam.

Dari ketiga kapal itu, puluhan awak semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

Baca juga: Nelayan Asing Bebas Beroperasi di Maluku

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menceritakan, penangkapan ketiga kapal itu tidak mudah. Para awak kapal yang ditangkap sempat melawan.

"Prosesnya sangat menegangkan, akibatnya Kapal Pengawas Perikanan mengalami beberapa kerusakan, bahkan Kapal Orca 03 kerusakannya cukup parah,” kata Menteri Edhy, saat meninjau langsung tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1/2020).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Palsukan Dukungan, Paslon Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Palsukan Dukungan, Paslon Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Jabar Targetkan Tarik Rp 107 Triliun Investasi yang Bisa Buka 60.000 Lowongan Kerja

Jabar Targetkan Tarik Rp 107 Triliun Investasi yang Bisa Buka 60.000 Lowongan Kerja

Regional
Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: 'Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry'

Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: "Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry"

Regional
Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Regional
Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Regional
Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Regional
Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Regional
Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Regional
Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Regional
Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Regional
Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus 'Kacung WHO', Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus "Kacung WHO", Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Regional
Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Regional
Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X