Kompas.com - 09/03/2020, 10:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengaku dari 15 warga Batam yang dilakukan karantina terkait virus corona, 11 diantaranya ditempatkan di Asrama Haji Batam. 11 orang ini merupakan keluarga dan satu tukang ojek dari asisten rumah tangga (Pembantu) inisal Css (39), Senin (2/3/2020) KOMPAS.COM/HADI MAULANAKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengaku dari 15 warga Batam yang dilakukan karantina terkait virus corona, 11 diantaranya ditempatkan di Asrama Haji Batam. 11 orang ini merupakan keluarga dan satu tukang ojek dari asisten rumah tangga (Pembantu) inisal Css (39), Senin (2/3/2020)

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tjetjep Yudiana mengatakan 21 orang yang dikarantina karena suspect corona, hari ini, Senin (9/3/2020), dinyatakan sehat.

Mereka diperbolehkan pulang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Total yang dinyatakan sehat ada 21 orang," kata Tjetjep melalui telepon, Senin (9/3/2020).

Sebanyak 21 orang tersebut, lanjut Tjetjep terdiri dari CSS dan keluarganya yang berjumlah sembilan orang. Kemudian P dan keluarganya juga dengan jumlah empat orang.

Baca juga: Dinkes Kepri: 15 Warga Batam Dikarantina Terkait Virus Corona Dalam Kondisi Sehat

Selanjutnya tujuh ABK kapal feri tujuan Batam-Singapura.

"Ke-21 orang ini merupakan orang-orang yang kontak langsung dengan VP, WNA Singapura yang positif corona berikut suami dan orang dekat VP," jelas Tjetjep.

Tjetjep mengaku selama menjalani masa observasi, ke-21 orang ini sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit. Baik mereka yang dikarantina di Asrama Haji Batam di rumah maupun di kapal feri.

Kendati mereka yang dikarantina negatif Covid-19 dan sudah dipulangkan, namun pengawasan di pintu masuk, khususnya di pelabuhan feri internasional dan bandara, tetap dilakukan.

"Tim dari kantor kesehatan pelabuhan terus melakukan pemtauan, bahkan saat ini setiap warga masuk ke Batam, baik orang luar maupun warga Batam sendiri yang dari berpergian keluar negeri wajib mengisi kartu kesehatan untuk memantau keberadaan orang-orang tersebut," jelas Tjetjep.

Masih ada 14 yang jalani karantina

Lebih jauh Tjetjep mengatakan, saat ini masih ada 12 ABK dan dua orang ojek online yang masih menjalani masa karantina.

Dua belas ABK tersebut dikarantina di salah satu kapal feri dan 2 orang ojek online di Asrama Haji.

"Kami masih menunggu hasil swap tenggorokan 12 ABK kapal dan dua ojek online, mudah-mudah hari ini sudah diketahui hasilnya," ungkap Tjetjep.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X