Bupati Azwar Anas Sebut Model Pencitraan Tak Lagi Efektif di Pilkada

Kompas.com - 08/03/2020, 09:38 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menjadi pembicara dalam kegiatan vote festival di Universitas Jember KOMPAS.com/Dokumentasi Humas Universitas Jember Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menjadi pembicara dalam kegiatan vote festival di Universitas Jember

JEMBER, KOMPAS.com - Kampanye dengan model pencitraan yang dilakukan oleh calon kepala daerah dinilai sudah tidak lagi efektif.

Hal itu dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai menjadi pembicara dalam kegiatan vote festival yang diselenggarakan oleh KompasTV bersama KPU Jember dan LP2M Universitas Jember di Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Anas, era pencitraan bagi calon pemimpin sudah berakhir. Apalagi, bagi calon kepala daerah dari kalangan petahana.

Baca juga: Melihat Uji Coba Taxi Drone Berkapasitas 2 Orang Buatan Start Up

Masyarakat dinilai semakin cerdas untuk memiliki calon pemimpinnya.

“Yang saya rasakan, era pencitraan pemimpin berakhir, karena rakyat akan bisa mengkroscek apa yang kami kerjakan," kata Anas.

Dia mencontohkan, apabila dirinya mempromosikan pariwisata Banyuwangi dengan foto yang menarik dan bagus, namun kondisnya berbeda dengan yang asli, maka dirinya akan mendapat respons negatif.

“Kick back akan sakit pada saya,” ujar dia.

Baca juga: Datang ke Banyuwangi untuk Wisata Arsitektur, 35 Mahasiswa Hongkong Diperiksa Kesehatannya

Selain itu, bila ada pengaduan masyarakat tentang warga miskin, namun tidak segera ditangani, maka hal itu akan menjadi informasi viral di media sosial.

“Ini akan jadi masalah. Kroscek ini dilakukan di media sosial serba cepat, sehingga pelayanan juga harus serba cepat,” tutur dia.

Anas mengatakan, masyarakat sudah memiliki akses yang luas untuk memilih calonnya.

Semua data perkembangan suatu daerah bisa diakses melalui internet.

Anas menceritakan kesusahannya saat harus melawan petahana sebelum menjadi bupati.

Bahkan, dirinya harus tidur di kampung-kampung warga selama dua tahun untuk mengalahkan petahana.

“Karena untuk mengalahkan petahana tidak turun, tidak populer, tidak bisa,” ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X