Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Empon-empon, Ramuan Tradisional yang Diklaim Mampu Cegah Virus Corona

Kompas.com - 08/03/2020, 06:07 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan jika Universitas Airlangga Surabaya telah melakukan penelitian terkait cara menangkal virus corona yakni dengan mengkonsumsi empon-empon.

Menurutnya mengkonsumsi empon-empon bisa memperkuat sistem imun.

"Kalau untuk daya tahan tubuh, Unair bisa memastikan yang di dalam empon-empon sudah ada penelitiannya. Mudah-mudahan (virus corona) tidak ada di Surabaya, karena semua makan soto dan rawon, itu bisa digunakan," kata Risma di Tropical Disease Center Unair, Surabaya, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Penelitian Unair, Konsumsi Ramuan Tradisonal Empon-empon Mampu Tangkal Virus Corona

Sementara itu Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Mochammad Nasih menjelaskan bahwa minuman herbal empon-empon bisa membuat imun tubuh lebih kuat.

Ia mengklaim dengan mengkonsumsi minuman herbal dari ramuan tradisional itu, maka tidak mudah tertular virus apapun.

"Sesungguhnya bangsa ini mempunyai ketahanan tubuh yang luar biasa dan itu terkandung dalam produk-produk tradisional (empon-empon) yang biasa dikonsumsi," kata Nasih.

Ia menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi ramuan herbal.

"Terus empon-empon yang kita konsumsi kalau kita olah juga mempunyai efek yang cukup bagus, bukan hanya untuk ketahanan tubuh, tapi juga berefek (penangkal) ke virus," ujar dia.

Baca juga: Empon-empon: Manfaat, Jenis dan Bukti Khasiat

Ada empon-empon corana di pasar

Puji (50) penjual rempah-rempah,  menunjukkan paket empon-empon corona di Pasar Wage Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Puji (50) penjual rempah-rempah, menunjukkan paket empon-empon corona di Pasar Wage Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020).
Di Pasar Wage Purwokerto, Puji (50) salah satu pedagang menjual paket rempat yang disebut dengan 'empon-empon corona'.

Paket tersebut berisi temulawak, kunyit, jahe, kayu manis dan serai yang dibungkus dalam plastik kecil yang ia jual seharga Rp 6.000.

"Tadi pagi ada yang datang dan bilang 'mbak bikinin empon-empon corona'. Dari pagi banyak yang beli, lumayan," kata Puji saat ditemui Selasa (3/3/2020).

Ia mengatakan mengetahui jika empon-empon berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh dari televisi.

Baca juga: Disebut Bisa Tangkal Corona Bikin Harga Empon-empon Naik, Warga di Kampung Ini Beruntung Miliki Oemah Toga

"Saya lihat di televisi, dokter siapa itu yang bilang. Saya memang jualan kaya gini (empon-empon) sejak lama, sejak tahun 2000-an, jadi saya ingat-ingat ramuannya. Saya bikin (paket) kecil-kecil begini" ujar Puji.

Tak hanya di Purwokerto, empon-empon corona juga dijual di Pasar Bringharjo Yogyakarta.

Purwoto salah satu pedagang empon-empon kering mengaku meraciknya di satu plastik agar lebih praktis karena banyak pesanan. Satu plastik ia jual seharga Rp 10.000.

"Biasanya kita plastiki sendiri-sendiri. Jahe sendiri, temulawak sendiri. Kita kemas jadi satu, kita jumputi sedikit-sedikit jadi satu. Lalu kita jual 10 ribu sudah komplet. Nggak usah beli per ons kan ribet, sudah satu paket," jelas Purwoto.

Baca juga: Ada Empon-empon Corona di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Seperti Apa?

Empon-empon corona sendiri merupakan kelompok tumbuhan yang terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis.

Purwoto mengatakan ramuan tersebut mirip dengan wedang uwuh. Hanya saja di wedang uwuh ada daun cengkeh, daun kayu manis, jahe basah, dan gula batu.

Sementara di Madiun, seorang pedagang jamu tradisional Perboyo mengatakan jamunya banyak diburu setelah Indonesia terdeteksi virus corona.

Kata dia, warga yakin jika jamu tradisional yang mengandung rempah bisa menangkal virus corona.

"Tiga hari terakhir ini banyak yang datang kesini untuk mengkonsumsi jamu tradisional yang diramu dari aneka empon-empon. Mereka percaya jamu tradisional dapat menangkal virus corona," kata Poerboyo kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Virus Corona Merebak, Omzet Pedagang Empon-empon Naik 200 Persen

Mengenal empon-empon

Ilustrasi jamu Ilustrasi jamu
Dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada 7 Maret 2020, empon-empon adalah rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional antara lain temulawak, jahe, lengkuas, kencur, kunyit, dan adas.

Penggolongan nama empon-empon tidak dilakukan berdasarkan klarifikasi ilmiah tertentu namun lebih merujuk pada penggolongan tanaman tertentu yang dilakukan masyarakat Jawa.

Namun penyebutan empon-empon didominasi tanaman famili Zingiberaceae.

Empon-empon tak hanya digunakan untuk pengobatan tradisional tapi juga untuk bumbu-bumbu masakan.

Baca juga: Empon-empon Corona Diburu Warga di Pasar Wage Purwokerto

Di kalangan masyarakat jawa, ada kebiasaan minum jamu yang sebagian besar terbuat dari empon-empon.

Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada menjelaskan jika jamu sudah menjadi ramuan kesehatan sejak berabad-abad lalu.

Ia mejelaskan dalam relief Candi Borobudur sudah digambarkan ada orang yang sedang membuat jamu lalu diminumkan pada orang sakit.

Baca juga: Selain Empon-empon, Ini 5 Jamu Favorit Orang Indonesia

Lalu di relief lainnya terdapat gambaran pesta syukuran atas kesembuhan Hal tersebut menunjukkan bahwa pembuatan jamu sudah ada sejak dulu.

"Yang jelas empon-empon sudah digambarkan ada untuk keperluan membuat jamu, pembuatan jamu sendiri sudah ada pada zaman dibuatnya Candi Borobudur," jelas Bu Mur saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ghinan Salman, Yana Gabriella Wijaya, Fadlan Mukhtar Zain, Muhlis Al Alawi | Editor: David Oliver Purba, Arum Sutrisni Putri, Yuharrani Aisyah, Teuku Muhammad Valdy Arief, Dheri Agriesta)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com