Polda Papua Kirim Tim Usut Perusakan Kantor Bupati Waropen

Kompas.com - 07/03/2020, 14:22 WIB
Massa membakar kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020) IstimewaMassa membakar kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020)

TIMIKA, KOMPAS.com - Polda Papua akan mengirimkan tim untuk membantu Polres Waropen mengusut tuntas perusakan dan pembakaran kantor bupati dan perkantoran, pada Jumat (6/3/2020).

"Prinsipnya siapa yang berbuat dia harus bertanggung jawab,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Timika, Sabtu (7/3/2020).

Paulus menyayangkan aksi warga yang melakukan aksi anarkistis.

Baca juga: Kantor Bupati Waropen Dibakar dan Dirusak Massa, Ini Penjelasan Polisi

Seharusnya warga harus lebih bijaksana dalam menerima, dan menyikapi informasi penetapan tersangka Bupati Waropen Yeremias Bisay yang masih dalam tahap proses.

“Saya sangat sesalkan tindakan masyarakat yang melakukan perusakan dan pembakaran kantor pemerintah di Waropen," kata Paulus.

Massa membakar tiga gedung kantor pemerintahan, termasuk kantor Bupati Waropen, Papua, Jumat (6/3/2020) pagi.

Perusakan ini dilakukan karena massa tidak menerima penetapan Bupati Waropen Yeremias Bisay sebagai tersangka gratifikasi sebesar Rp 19 miliar.

Kapolres Waropen AKBP Suhadak telah mendeteksi potensi pergerakan massa ketika media menginformasikan Kejaksaan menetapkan Yermias Bisai menjadi tersangka kasus gratifikasi yang terjadi pada 2010-2015.

"Aparat juga melakukan patroli di seputaran wilayah yang dianggap berpotensi jadi pelampiasan warga yang tidak terima keputusan itu," kata Suhadak melalui rilis, Jumat.

Baca juga: Kronologi Pembakaran Kantor Bupati Waropen oleh Massa

Namun, ada kelompok yang masuk ke lingkungan kantor bupati dari belakang dengan melewati bukit dan akhirnya membuat kerusuhan.

Kelompok ini berjalan memutar sejauh 2 kilometer. Setelah perusakan dan pembakaran, polisi coba menenangkan massa. Pada Jumat sore, kondisi Waropen telah kondusif.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Regional
Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Regional
Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Regional
Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Regional
15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

Regional
Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Regional
Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Regional
Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Regional
20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

Regional
Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Regional
'Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar'

"Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar"

Regional
KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara 'Online', atau Kena Sanksi

KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara "Online", atau Kena Sanksi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Regional
Cerita Bripka Reza, Kejar Jambret Malah Babak Belur Dikeroyok Massa

Cerita Bripka Reza, Kejar Jambret Malah Babak Belur Dikeroyok Massa

Regional
127 Santri Positif Covid-19, 2 Ponpes di Banyumas Lockdown

127 Santri Positif Covid-19, 2 Ponpes di Banyumas Lockdown

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X