Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diduga Dikeroyok Juniornya, Siswa SMA Dapat Delapan Jahitan di Kepala, Orangtua Desak Pelaku di-DO

Kompas.com - 07/03/2020, 05:25 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com- Polisi memeriksa kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan senior dan junior di SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi.

Akibat kejadian itu, seorang siswa kelas 3 SMA berinisial AF mengalami delapan luka jahitan di bagian kepala.

Kronologi

Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto mangatakan, peristiwa terjadi pada Minggu (1/3/2020) di lingkungan SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi.

Kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, kata Kapolres, AF tengah berada di asrama.

"Kemudian (AF) diajak pergi oleh Akbar yang merupakan teman sekolahnya untuk mengikuti pembelajaran di kelas," jelas Kapolres, Jumat (6/3/2020), seperti dilansir dari Tribun Jambi.

Saat berjalan menuju kelas, tiba-tiba pelaku F bersama enam orang siswa lainnya yang diduga juniornya memanggil AF dengan kata-kata tak pantas. Mendengar panggilan itu, AF menghentikan langkahnya.

Pelaku F lalu mendatangi dan bertanya pada AF.

"Saat sudah berhadapan dengan korban pelaku F berkata 'Kau yoh yang mukul aku kemarin' yang kemudian pelaku F langsung memukul dada korban," katanya.

Menurut keterangan rekan AF, pelaku F bersama enam orang lainnya yakni A, ABR, G, UW, Z, dan FQN mengeroyok AF hingga terduduk dan tak sadarkan diri.

Baca juga: Polisi Aceh Tangkap 4 Tersangka Pengeroyokan Jurnalis

 

Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian
Orangtua tuntut pengeroyok dikeluarkan

Orangtua AF, Ali Fikri menuntut pihak sekolah mengeluarkan para pengeroyok.

Kasus tersebut, ungkapnya, juga telah diketahui oleh orangtua siswa lainnya di sekolah tersebut.

"Kalau saya gini, kami ada grup WA ortu, permintaan cuma satu, dikeluarkan anak-anak itu dari sekolah, tolong anak itu di-DO. Kalau untuk penjara atau hukuman lain tidak sama sekali. Kami cuma minta dikeluarkan," ungkap Ali, seperti dilansir dari Tribun Jambi.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Ali khawatir kejadian itu kembali terulang.

"Karena kenapa, okelah anak kami sekarang kelas 3, kemudian tamat. Nah yang rawan ini kan anak kelas 11 dan 10 dan siswa yang baru, ini kita khawatirkan terjadi lagi," ucap dia.

Baca juga: Keluarga dan Sekolah Jadi Ajang Melawan Perilaku Bullying

Luka di kepala

Ilustrasi garis polisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi garis polisi.
Ali menyebut, anaknya mengalami luka di bagian kepala.

Pihak keluarga juga melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan anaknya karena dikhawatirkan ada luka dalam di bagian kepala.

"Kondisi anaknya sudah kembali ke asrama dengan luka 8 jahitan di kepala. Alhamdulillah CT scan bagus. Saya khawatirkan itu anak saya terganggu persiapan UN ini," kata dia.

Orangtua kemudian melaporkan kejadian itu pada polisi. Usai mendapatkan laporan tersebut, polisi melakukan olah TKP di sekolah itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Begini Kronologi Kasus Pengeroyokan di SMAN Titian Teras Jambi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com