Kompas.com - 06/03/2020, 18:03 WIB
Tiga kurir narkoba berinisial ER (46), RS (53) dan BW (51)  berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Tanjungpinang. Dan para pelaku diamankan enam kilogram narkotika jenis sabu. Sabu yang diamankan merupakan jenis baru yang ditemukan di Kepulauan Riau (Kepri) yang berjenis warna merah dengan istilah red ice. KOMPAS.COM/HADI MAULANATiga kurir narkoba berinisial ER (46), RS (53) dan BW (51) berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Tanjungpinang. Dan para pelaku diamankan enam kilogram narkotika jenis sabu. Sabu yang diamankan merupakan jenis baru yang ditemukan di Kepulauan Riau (Kepri) yang berjenis warna merah dengan istilah red ice.

TANJUNGPINANG, KOMPAS. com - Satresnarkoba Polres Tanjungpinang mengamankan tiga kurir sabu. Ketiganya masing-masing berinisial ER (46), RS (53) dan BW (51).

Sabu yang dibawa ketiganya merupakan jenis baru yang ditemukan di Kepulauan Riau (Kepri), yakni red ice atau sabu berwarna merah.

Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Mudji Supriadi mengatakan, penangkapan para pelaku berawal dari informasi yang diterima adanya orang yang diduga membawa narkotika jenis sabu dari Senggarang Tanjungpinang ke Batam.

Baca juga: Bandara Hang Nadim Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu

Dari informasi itu, Satresnarkoba Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (5/3/2020), petugas mengamankan satu orang laki-laki berinsi ER.

Setelah melakukan pengeledahan, polisi akhirnya menemukan delapan bungkus narkotika jenis sabu.

"Delapan bungkus narkoba yang diamankan sekitar tiga kilogram sabu, pelaku diamankan di Bengkong Kolam Batam," kata Mudji di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (6/3/2020).

Polisi kemudian melakukan pengembangan. Bersama personel Ditresnarkoba Polda Kepri, sekitar pukul 00.15 WIB, tim gabungan Satresnatkoba Polres Tanjungpinang dan Ditresnarkoba Polda Kepri mengamankan dua orang pelaku lainnya.

Dari dua pelaku, polisi menyita empat bungkus narkotika jenis sabu seberat tiga kilogram yang ditemukan di dalam lemari kamar rumah mereka.

"Kedua pelaku RS dan BW, diamankan di Tanjung Uncang Batam," jelasnya.

Mudji menyebutkan, sabu jenis red ice yang dibawa oleh para pelaku ini baru pertama kali dijumpai di Kepri.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, barang ini dipasok dari Malaysia yang dikirimkan menggunakan jalur laut.

"Efeknya sama dengan sabu lainnya, cuma warnanya yang berbeda. Katanya sih rasanya lebih keras dari sabu biasa," terang Mudji.

Baca juga: Perempuan Ini Kemas Sabu dalam Rambutan, Dikirim ke Suami di Rutan

Ketiga pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka dijerat pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X