Kompas.com - 06/03/2020, 15:33 WIB
Fajar Maulana (25), penumpang Batik Air yang akan terbang ke Lombok diamankan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (5/3/2020). Fajar diamankan karena ketahuan membawa empat bungkus sabu yang dikemasnya didalam empat gulungan celana panjang milik dirinya. DOK AVSEC BANDARA HANG NADIMFajar Maulana (25), penumpang Batik Air yang akan terbang ke Lombok diamankan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (5/3/2020). Fajar diamankan karena ketahuan membawa empat bungkus sabu yang dikemasnya didalam empat gulungan celana panjang milik dirinya.

BATAM, KOMPAS.com - Fajar Maulana (25), penumpang Batik Air yang akan terbang ke Lombok diamankan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 07.00 WIB. 

Fajar diamankan karena ketahuan membawa empat bungkus sabu yang dikemasnya di dalam empat gulungan celana panjang milik dirinya.

Kepada petugas, Fajar mengakui empat bungkus sabu yang belakangan diketahui seberat 1 kilogram ini akan dibawa ke Lombok.

Baca juga: Perempuan Ini Kemas Sabu dalam Rambutan, Dikirim ke Suami di Rutan

Sabu ini merupakan titipan salah seorang yang baru dikenalnya di Batam.

"Pengakuannya barang ini punya seseorang yang baru dikenalnya di Batam, karena sedang membutuhkan uang, dirinya mau saja menerima titipan tersebut," kata Kepala Bandar Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso melalui telepon, Jumat (6/3/2020).

Menurut Suwarso, dari pengiriman ini, Fajar mengaku dapat upah hingga Rp 25 juta.

"Pengakuannya baru satu kali," jelas Suwarso.

Suwarso menambahkan, terbongkarnya kasus ini setelah narkotika jenis sabu itu terdeteksi oleh petugas Avsec saat melewati Mesin X-ray.

Dari sana, petugas Avsec mencurigai tas warna coklat merek Polo milik Fajar.

Kemudian petugas melakukan pengecekan dan ternyata ditemukan empat bungkus narkotika jenis sabu yang digulung di dalam empat celana jins.

"Dari sana Fajar mengakui bahwa sabu tersebut adalah titipan seseorang yang hendak dibawanya ke Lombok dengan upah Rp 25 juta setelah tiba di Lombok," jelas Suwarso.

Baca juga: Belajar dari YouTube, Residivis Curanmor Racik Sabu untuk Konsumsi Sendiri

Tidak saja sabu, dari tangan Fajar juga diamankan tiket maskapai Batik Air dengan rute Batam-Cengkareng-Lombok.

"Kasusnya kami serahkan ke BC Batam dan selanjutnya diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Kepri," pungkas Suwarso.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X